HOME [On Going]

HOME [On Going]

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 26, 2019
"Kenapa rumah?" "Karena rumah adalah tempat ternyaman dan tempat kita berlindung dari bahayanya lingkungan luar" ------- "Aku ingin hidup bahagia dengan keluarga tanpa adanya pertengkaran dan aku ingin tinggal dirumah yang nyaman tanpa adanya masalah, because I believe someday we are happy family today and forever. Tidak ada yang mustahil didunia ini jika kita percaya dengan Tuhan dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil." Kebahagiaan hadir saat kita mengetahui apa itu arti hidup yang sesungguhnya dan bagaimana cara kita mengatasinya. Kebahagiaan tidak tergantung oleh seberapa banyak uang yang kita miliki karena uang membuat kita sombong dan melupakan segalanya, uang hanyalah sebuah angka yang dapat menghilang dimakan waktu. Karena bahagia datang dari diri kita sendiri. Love yourself;) ------- NB: Part terakhir nanti aku privat jadi kalo belum follow, follow dulu nanti kalo ceritanya udah tamat mau unfollow juga gak papa.
All Rights Reserved
#4
notfine
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Halycon
  • Yang Terlupakan
  •  HAZELA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • You Are Not Alone (Slow Update)
  • Alshana
  • RAPUH!
  • J E S I S C A

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines