D.I.V.E.R.G.E.

D.I.V.E.R.G.E.

  • WpView
    Reads 257
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 25, 2019
"Aku yakin cuma kamu yang bisa mengarahkan Rara, Lan." Mengarahkan? Huh. Awalnya Arlan tak yakin akan hal tersebut, saat itu hanya tatapan sangsi yang ia berikan pada Nabila, sahabat Rara yang bersikeras memaksanya. Tapi tanpa ia sadari, ia terjebak akan ucapan itu sendiri. Tak lama pula ia terjebak pada pesona seorang Rara, sosok yang dulu sempat ia ragukan dan ia kesali. Mirisnya, disaat mereka harusnya sudah menyadari perasaan satu sama lain, Rara pergi. Dan Arlan harus rela menanggung beban rindu yang berat itu, menunggu gadis bermata birunya kembali dari Amerika. Bertahun-tahun lamanya, akhirnya Arlan dapat bertemu dengannya lagi. Tapi, tunggu. Gadis itu ternyata bukan Rara. Ya, ia bukan sosok Rara yang ia cari selama ini. Tapi alam bawah sadarnya meronta, meyakinkan diri sendiri kalau itu memang sosok gadis yang ia sempat cintai. Tapi apa benar..? Tidak, mereka jelas berbeda, sekaligus sama di sisi yang lain. Arlan tak mungkin salah mengenali gadisnya. Atau.. "Jangan biarkan rasa rindu ngebuat lo jadi ngehalu gini, Lan." Ya, mungkin Reza benar. Ia hanya terlalu rindu. Rindu yang mengambil alih akal sehatnya, hingga berdelusi bahwa gadis itu memang Rara. Arlan tertawa miris. Benarkah memang karena rindu? . //summary gaje, langsung baca aja dan klik vote+comment ya guys..// :9 //kritik saran diterima dengan lapang dada//
All Rights Reserved
#117
jilbab
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Ellara Le Runa
  • Bersaing atau Bersama? Pilih Satu!
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • (Un)Covered
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkapβœ”
  • Memilih Cinta
  • Accidental' (END)
  • LEITHLEACH
  • Mas! || ThomasKongβœ”

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" β€’ Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. β€’ Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines