Cinta Dan Anugerah

Cinta Dan Anugerah

  • WpView
    Reads 2,509
  • WpVote
    Votes 157
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 16, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
lanjutan dari Antara SMA & SMK. "Ternyata kau masih ingat padaku." "Apa ?" "Kau masih ingat bahwa kau masih memiliki suami ?" "Aku ... " "Cih. Menyedihkan. Kau seharusnya tak kembali." Rani terdiam dan terus mendengarkan perkataan Rizky. "Kalau bukan karena Ayahku. Aku tak akan menerimamu kembali dan juga Azka !" Rani mulai meneteskan air mata setelah mendengar kata kata dari Rizky. "Aku tau aku salah. Aku minta maaf." Rizky mendekati Rani. "Maaf katamu ? Maaf saja tidak cukup !" Rani menelan ludahnya dengan susah payah karena Rizky kini sudah berada tepat di hadapannya. "Kau harus merasakan apa yang aku rasakan selama kau pergi dari hidupku dengan begitu saja." "Satu tahun bukanlah waktu yang sebentar. Dan aku melewatinya dengan susah payah. Dan itu karena dirimu." "Oleh karena itu. Kau harus merasakan apa yang aku rasakan selama ini ! Kau harus merasakan penderitaan yang sama !"
All Rights Reserved
#666
spiritual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 1 Rupa 2 Jiwa
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Cinta Anak Broken Home
  • Aku Rindu Ayah
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • SIRAT DUA SURGA
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]

[Completed] *Brugghh!!* Suara pintu kamar yang aku banting dengan keras. Aku benar-benar tidak bisa mengontrol diriku jika aku kembali mengingatnya. Wanita itu... Dia sudah mengingatkanku kembali pada seseorang yang sangat aku benci. Tidak, aku salah. Bukan wanita itu, tapi kerudung panjang yang ia kenakan. Aku benci semua itu, aku benci melihat kerudung! Semua itu hanya membuatku kembali tersiksa. "Tidak.... Tolong jangan lakukan itu.. Kumohon jangan pukul kami.... Aaaa... Kumohon hentikan... Ampun!! Jangan sakiti kami... Aaaaa... Kumohon hentikan ini.... Hiks hiks.... Tidak.... Jangan...... Aaaa..." Entah kenapa, suara itu terus terdengar ditelingaku. Kenapa suara itu tak pernah mau hilang dari pendengaranku? Itu benar-benar membuatku kembali terluka. Aku benci dia! Aku benci!

More details
WpActionLinkContent Guidelines