Cinta Dan Anugerah

Cinta Dan Anugerah

  • WpView
    Reads 2,507
  • WpVote
    Votes 157
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 16, 2020
lanjutan dari Antara SMA & SMK. "Ternyata kau masih ingat padaku." "Apa ?" "Kau masih ingat bahwa kau masih memiliki suami ?" "Aku ... " "Cih. Menyedihkan. Kau seharusnya tak kembali." Rani terdiam dan terus mendengarkan perkataan Rizky. "Kalau bukan karena Ayahku. Aku tak akan menerimamu kembali dan juga Azka !" Rani mulai meneteskan air mata setelah mendengar kata kata dari Rizky. "Aku tau aku salah. Aku minta maaf." Rizky mendekati Rani. "Maaf katamu ? Maaf saja tidak cukup !" Rani menelan ludahnya dengan susah payah karena Rizky kini sudah berada tepat di hadapannya. "Kau harus merasakan apa yang aku rasakan selama kau pergi dari hidupku dengan begitu saja." "Satu tahun bukanlah waktu yang sebentar. Dan aku melewatinya dengan susah payah. Dan itu karena dirimu." "Oleh karena itu. Kau harus merasakan apa yang aku rasakan selama ini ! Kau harus merasakan penderitaan yang sama !"
All Rights Reserved
#504
muslimah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mistake
  • 1 Rupa 2 Jiwa
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • Cinta Anak Broken Home
  • KEAJAIBAN IV
  • Lathifa [END]
  • Bitter Is You || ✔ ||
  • Our Path Diffrent
  • Rani _ Takdir kehidupan
Mistake

"GAK INI GAK MUNGKIN RIN..Hiks hiks hiks.....ini gak mungkin." Terdengar suara wanita yang mulai melemah akibat ia menangis. "Tenang Ra,kamu harus tenang dulu. Aku yakin dia akan bertanggung jawab. Sekarang tenangkan dirimu dulu yah." Ucap seorang wanita yang sedari tadi berusaha untuk menenangkan sahabatnya itu. "Tapi bagaimana dengan kuliahku Rin? Aku bahkan gak punya siapa-siapa disini. Bagaimana juga dengan Ibuku di Bandung Rin? Bagaimana juga dengan kakakku di Bandung? Bagaimana tanggapan mereka kalau aku --- " ucapan wanita itu tiba-tiba terpotong oleh lawan bicaranya. "Stttttt.... Dengarkan aku Ra kamu harus tenang dulu. Nanti...." ---***---

More details
WpActionLinkContent Guidelines