Unexpected

Unexpected

  • WpView
    Reads 265
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 15, 2019
"Beberapa orang memang layaknya cuma sebatas teman, senyaman apapun dia." Aku menulisnya sama seperti ceritaku yang lain, hanya saja ini sedikit di bumbui perasaan yang lebih mendalam. Oh ya, aku bukan penulis handal. Aku hanya seorang gadis yang tak mampu berkata, dan hanya bisa berbica melalui tulisan-tulisan sederhana. Selamat membaca ceritaku!
All Rights Reserved
#157
perasaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beautiful Sunset
  • FRIEND ZONK
  • DIARY RISA [COMPLETED✅] [REVISI]
  • DEPHELINE
  • CLOSER
  • Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔
  • 𝚂𝙴𝙽𝙸𝙾𝚁✔
  • DEVIAN [END]
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • When I Meet You

DISCLAIMER! (Cerita ini sudah terbit duluan di KaryaKarsa dengan status COMPLETED dan aku membuat works di sini dalam rangka promosi sahaja. ) Aku pernah jatuh cinta padanya, dulu. Tapi, dia adalah suami dan ayah yang baik. Keluarganya harmonis, kisah cintanya adalah legenda di kalangan mahasiswa. Sosoknya sangat kharismatik, aku bahkan yakin bukan satu - satunya wanita yang mencintainya meski tahu ia adalah pria beristri. Kusimpan perasaanku rapat - rapat, namun sial, Alex mengetahuinya. Bertahun - tahun aku terbelenggu dalam perasaan terlarang dan hanya pada Alex aku berani terang - terangan. Terang - terangan cemburu saat ia memberikan senyum hangat untuk perempuan lain, padahal aku bukan istrinya. terang - terangan ngambek ketika ia tidak peka akan maksudku, padahal memang aku bukan siapa - siapa selain mahasiswanya. Kemudian, kami berpisah. Jalan hidup membuat kami tidak pernah bertemu bahkan sekedar untuk berpapasan di jalan. Waktu pun membuatku beranjak dari perasaan senyap itu, aku berkencan dengan beberapa pria kecuali Alex. Tapi dia selalu jadi orang pertama dan terakhir yang selalu membersamaiku di setiap momen. Entah itu momen saat aku putus, galau bahkan kesepian. Alex selalu ada namun kami tidak bisa bersama. Tuhan memang satu, kami yang tidak sama. Aku menjadikan Alex sahabat terdekat meski tahu perasaannya untukku sangatlah gamblang terlihat. Hingga hidup membuatku harus memutuskan untuk menjauh darinya juga. Di sinilah lucunya, berpisah dengan Alex terasa asing namun aku justru kembali bertemu dengannya. Dia, pria kharismatik yang juga adalah suami dan ayah yang baik. Rasa yang dulu pernah ada itu kembali berdegup untuk nama yang sama. Sial, rupanya selama ini aku tidak pernah melupakannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines