Indah dan Arga

Indah dan Arga

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 21, 2018
"Aku jatuh cinta padanya. Aku ingin memiliki dia seutuhnya, bukan hanya raganya tapi hatinya. Tapi entah kenapa saat aku memulai untuk membuka hati untuknya, dia malah mencampakan aku seenaknya." Batin indah Saat ini dia duduk di bangku taman dekat sekolah. Butiran air hujan pun menetes ke wajahnya. Indah mengadahkan wajahnya ke langit yang mulai menampakan awan hitam menandakan kegelapan. Entah kenapa hatinya seperti ditusuk jarum begitu hebatnya. Dilempar batu begitu kerasnya dan dihempaskan ke jurang yang begitu dalamnya. Pikiran indah sedang kalut, ia tak tau harus berjuang menahan rasa sakit yang ia terima atau menyerah melepaskannya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • ALFIREN
  • The Beginning✔
  • Paradise
  • Buat Aku Lupa
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • SLOWLY
  • Let Me Love You Longer
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Vericha Aflyn ✔️
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines