Story cover for Indah dan Arga by Indri_Novii
Indah dan Arga
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Dec 15, 2018
"Aku jatuh cinta padanya. Aku ingin memiliki dia seutuhnya, bukan hanya raganya tapi hatinya. Tapi entah kenapa saat aku memulai untuk membuka hati untuknya, dia malah mencampakan aku seenaknya." Batin indah


Saat ini dia duduk di bangku taman dekat sekolah. Butiran air hujan pun menetes ke wajahnya. Indah mengadahkan wajahnya ke langit yang mulai menampakan awan hitam menandakan kegelapan. 


Entah kenapa hatinya seperti ditusuk jarum begitu hebatnya. Dilempar batu begitu kerasnya dan dihempaskan ke jurang yang begitu dalamnya. Pikiran indah sedang kalut, ia tak tau harus berjuang menahan rasa sakit yang ia terima atau menyerah melepaskannya?
All Rights Reserved
Sign up to add Indah dan Arga to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  by DianYustyaningsih
93 parts Complete
Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.
Friendzone My Love by SulfaUL54
13 parts Complete
"LOH"pekik mereka serempak Andi yang mendapatkan tatapan tajam dari dua sahabat ini hanya bisa tersenyum seolah olah tidak terjadi apa-apa. "Aahh baju gue kotor loe harus tanggung jawab"ucap Andi dengan kesal dan menunjuk Aurel "Loe ngomong apa tadi,gue yang tanggung jawab,loe lihat diri loe sendiri loe tadi yang ngagetin gue sampai sosis itu melayang ke baju loe sendiri,itu namanya senjata makan tuan"ucap Aurel dengan kesal "Gue nggak mau tau loe harus tanggung jawab titik"ucap Andi dengan kesal "Ogah amat gue" tolak Aurel dengan cepat "Loe harus tanggung jawab titik,kalo tidak"Andi tidak melanjutkan ucapanya.malah ia mendekatkan dirinya ke Aurel.dengan cepat Aurel melangkah kebelakang agar menjahui Andi "Oke oke gue akan tanggung jawab"ucap Aurel yang mengalah dengan kemauan Andi.dengan cepat Aurel mengambil sebuah kain yang sudah ia basahi dengan air. "Sini dekat gue biar bisa bersihin baju loe itu"pinta Aurel Andi pun mendekat dan berhadapan dengan Aurel "gue ngelakuin ini karena gue tuh pengen liat wajah loe lebih dekat menatap mata indahmu yang selama ini kurindukan"batin Andi dengan senyuman yang terukir di wajahnya Lalu Aurel pun membersikan seragam Andi yang kotor,Andi hanya menatap Aurel dari bawah .karena saat ini Andi lebih tinggi dari pada Aurel. Tiba- tiba Aurel mendongakkan wajahnya dan menatap Andi,mereka pun terhayut dalam tatapanya hingga beberapa menit "ada apa dengan perasaanku ini,tatapanya membuatku merasa nyaman" batin Aurel.seseorang mengagetkan mereka berdua tak lain sahabatnya sendiri Ana.
Jejak Waktu [Complete]  by Cikacuu04
15 parts Complete
Halo guys.. I'm back dengan cerita baru, setelah cerita pertamaku yang gagal.. Semoga kalian suka yah sama cerita kali ini❤️❤️ So kalau alurnya kurang bagus tolong maklumi authornya yah, kalau ada kritik dan saran boleh langsung comment aja.. 😊😘😘 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Jejak waktu.. Waktu ku berjalan cepat, Menyisahkan memori yang mengakar penat. Meski ragaku berteriak memberontak, Namun, tidak dengan jiwaku. Tersenyum ia bersama mega yang merona, tatkala bintang berpijar turun ke perpaduan. Perjalanan ku mungkin sulit dan rumit hingga meninggalkan jejak waktu disetiap nafasku. Kenangan, waktu terakhir ku seindah perjalanan ku.. Ini adalah kenangan Indah yang takkan terlupakan, hanya akan membekas dalam ingatan. _________________________________________________________________________________________________________ PS : ⚠️Cerita ini hanyalah sebuah fiksi belakang yang terlahir murni dari sebuah kegabutan author, semua latar yang ada dalam cerita ini hanyalah sebuah haluan semata dan cerita ini tidak bermaksud untuk menyinggung para pembaca, jika ada kata-kata yang tidak menyenangkan mohon maafkanlah author.. Yang penasaran bisa langsung baca.. Tolong hargai dan jangan lupa kasih suport author terus, agar bisa semangat UP ceritanya, dengan cara vote kalo kalian suka dengan ceritanya, coment kalo kalian pengen kasih saran atau apapun itu, dan share kalo kalian berpikir cerita ini wajib dibaca teman-teman kalian.. Enjoy!!
You may also like
Slide 1 of 9
The Beginning✔ cover
Serenada Merah Jambu ✔️ cover
My Bad Girl #BadSeries✔ cover
PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)  cover
Paradise cover
Friendzone My Love cover
ALSTARAN [END] cover
Jejak Waktu [Complete]  cover
Can I Call You Mine? cover

The Beginning✔

39 parts Complete

Cinta itu sederhana. Sesederhana hujan yang jatuh ke bumi tanpa harus berpikir tempatnya untuk jatuh. Sebab yang rumit itu bukan cintanya, tapi kitanya. Kita yang selalu memikirkan tentang cinta hingga lupa akan sebuah hal. Cinta itu bukan dipikirkan, tapi dirasakan. "Kita emang enggak tau gimana awalnya. Tapi, kita bisa kok nentuin mau kayak gimana akhirnya." ©Copyright2020