connection

connection

  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2020
Bagaimana reaksimu jika suatu hari saat kamu sedang menggambar tiba-tiba ada seseorang yang berbicara di kepalamu? Atau saat kamu bangun tidur, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak padahal tidak ada seorang pun di rumah. Berteriak? Histeris? Atau malah menaggapnya hanya hantu dan diam saja? Bagaimana jika ternyata kamu bisa telepati? "Mustahil." Itu kah yang akan kamu katakan? Tapi hal itu nyata bagi Elena dan Revan. Mereka seolah dipaksa untuk saling terhubung dengan membawa kepingan-kepingan memori yang bukan berasal dari otak. Mari bertelepati, dengan seseorang yang hidup di dalam kepalamu. Selamat membaca
All Rights Reserved
#2
percobaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Chapter of Chapters
  • PERJUANGANKU [ORINE]
  • The Dark Side(END)
  • Serendipity
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • Bentangan Payung Biru
  • DIBALIK TAKDIR YANG ASING
  • Second Life, Samuel's Wife.
  • Glitch

Suatu hal bisa dianggap sebagai 'berlebihan' ketika ia menetap dalam memori atau memengaruhi kehidupan bagi mereka yang mengalaminya. Hal tersebut bisa berkembang menjadi sesuatu yang ingin terus-menerus diingat atau sebaliknya. Namun apa pun itu, selalu otak yang terpengaruh. "Kenapa?" tanya Rea. "Jelek," jawab Cava. Rea menghela napas, mengambil buku yang lain. "Kalau yang ini?" "No." Rea mengerucutkan bibirnya. "Padahal orang di X pada bilang buku ini bagus, lho, Cav." "No," Cava masih menolak dengan tidak peduli. Cava adalah salah satunya. Ia menjadi seseorang yang sangat berbeda sejak kejadian masa kecilnya. Ia pikir ia sudah lupa, nyatanya kejadian itu menjelma jadi mimpi yang menghantuinya setiap malam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines