DIMANA KAMU ?

DIMANA KAMU ?

  • WpView
    Reads 370
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 22, 2021
"Janji ya, kalau udah lulus selalu kabar - kabar" ucapku, seminggu sebelum ujian nasional berlangsung. Saat itu, semua mengatakan satu kata yang sama yaitu "iya". Namun, sebagian dari penghuni kelas itu, kini benar - benar menghilang tanpa kabar. Bukan apa - apa, mungkin ada masalah atau kesibukan yang membuat mereka lebih memilih untuk tidak berkomunikasi dengan teman kelas. Termasuk kamu, satu - satunya laki - laki yang aku anggap sebagai sahabat di SMA. Kamu menghilang begitu saja tanpa kabar. Bahkan, aku tidak tahu pasti keberadaanmu. Kini, yang aku ketahui hanyalah sebatas kau berada di Yogyakarta, kota pelajar itu. Jika menurut kalian, kehilangan kekasih itu menyakitkan, kalian salah. Ada hal yang lebih menyakitkan dari kehilangan kekasih, yakni kehilangan sahabat. Seseorang yang kamu kenal jauh sebelum kamu mengenal kekasihmu. Terlalu banyak kenangan yang aku lewati bersamanya, dan saat aku kehilangannya. Hanya kenangan itu yang aku miliki. Hanya dengan mengingat kenangan itu, sudah membuatku senang. Jika sang waktu mengizinkan, aku ingin dipertemukan denganmu lagi, ky.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Ilusi
  • The Special Class
  • Jejak Waktu [Complete]
  • The First, Not the Last
  • DEVIAN [END]
  • Restu Tuhan
  • BREATHE
  • No Longer Mate

INI CERITA KARYA IMAJINASI AKU SENDIRI. JADI, JIKALAU ADA NAMA, TEMPAT DAN LAIN SEBAGAINYA YANG SAMA MUNGKIN ITU HANYA KEBETULAN SAJA. KARNA CERITA INI BENER-BENER KARANGAN AKU SENDIRI. MOHON DILARANG UNTUK PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!! -------- "Sisi lain yang tersembunyi..." ___ Seperti halnya luka. Ketika kamu belum merasakan bahwa kamu terluka maka kamu tak akan tau betapa pedihnya yang dirasa dari luka itu sendiri. Tapi ketika kamu tau atau bahkan mulai menyadari, maka kamu akan mulai merasakan betapa pedihnya luka itu. Meski itu hanya luka kecil sekali pun. Ketika kamu butuh sosok seorang yang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus, saat itu juga kamu akan merasakan betapa pahitnya rasa sayang dan juga cinta, Secara bersamaan. Kamu akan mengerti ketika semuanya telah hilang, ketika semuanya menganggap Kamu tak ada bahwa sesungguhnya kamu ada. Dan kamu hanya bisa diam dan menerima, walau semua itu menyakitkan sekalipun. Airmata juga sudah tak ada gunanya hanya untuk menangisi sesuatu yang sudah terjadi. Tapi, meskipun begitu. "Kenapa airmata ini selalu saja keluar tanpa aku minta?" "Saat aku ingin bertahan pun, rasanya itu semua akan sia-sia. Tak ada yang perlu dipertahankan jika nantinya akan berakhir menyakitkan." "Terlebih, jika harus merasakan yang tak seharusnya itu terjadi secara langsung didalam hidupku" "Tak ada yang perlu dikasihani, Karna aku tak butuh rasa kasihan itu. Dan tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika semua yang aku rasa telah hilang..., dan..., mati!" Sungguh, betapa kejamnya takdir mempermainkannya. 🍁🍁🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines