aku yang patah hati

aku yang patah hati

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 15, 2018
aku mengenalmu, jauh sebelum dia mengenalmu aku menyayangimu, jauh sebelum dia menyayangimu aku mencintaimu, jauh sebelum dia mencintaimu tapi aku kalah, aku kalah dengan waktu dimana dia telah menyatakan perasaannya padamu mencoba memilikimu dahulu sebelum aku mencoba merangkul pelukanmu sebelum diriku kini yang tersisa hanya aku aku dengan patah hatiku melihat dirimu bergandengan tangan didepan mataku melukis senyuman dibatas senja berganti malam dengan riuknya harapan yang telah padam kau bercanda dengannya melontarkan setiap senyuman yang kudamba setiap tawa yang ingin kulihat seksama dan wajah yang selalu ingin kulihat saat sang waktu akan berpindah Rindu yang dulu hanya untukmu Kini aku simpan disudut hatiku Membiarkan dia saling bercerita Akan pahit lara sebuah cinta Senandung daun yang berguguran Menandakan waktu yang sudah tak berteman Menghempas setiap kesempatan Diujung senja yang telah dinantikan Aku hanya bisa menatapmu Menatap setiap jengkal wajahmu Menatap setiap jengkal senyummu Yang hanya bisa kunikmati dengan waktu kini semua telah berakhir kau bahagia dengannya dan aku berpesta dengan hatiku yang telah patah
All Rights Reserved
#137
mata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • KHALISA🖤
  • After My Prayed
  • • EUTANASIA •
  • ALONE
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Bianglala
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Heart Waiting For You

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".

More details
WpActionLinkContent Guidelines