Pangeran Surga Ku

Pangeran Surga Ku

  • WpView
    Reads 298
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 20, 2019
hari ini hujan mengguyur kotaku, kota yang tak pernah ku jelajahi, aku menatap hujan. tak beda dengan hujan itu, hari ini hatiku layu. menangis tanpa mengeluarkan air mata. "saira.." seseorang memanggilku dengan wajah histeris. aku menatapnya seolah berkata "ada apa?". ia adalah mira. teman ku sejak umur 5 tahun. "sepertinya kamu akan di adopsi!" katanya setelah berhasil mengatur nafas. sebenarnya kabar ini sudah aku dengar lama. iya! aku adalah anak panti. sudah hampir 12 tahun aku berada di lingkungan panti ini. aku menghela nafas. kudengar ketukan pintu kamar. "saira.. " seseorang memanggilku dengan lembut. dan aku tau, wanita paruh baya yang memanggilku itu akan membujukku untuk keluar menemui calon orang tua angkatku, Bu Nunung, namanya. "saira gak mau buu..kalau di adopsi" tolakku sebelum sang pengasuh panti membujukku. aku berharap bu nunung akan memberiku toleransi dengan wajah memohon ku. "ibu juga merasa berat harus melepas kamu, ira" kata bu nunung. aku menunduk. "lalu mengapa ibu masih membujukku.?" tanyaku. "karna ibu tidak bisa menolak permintaan adopsi itu.." jawab bu nunung. aku mendongak untuk menatapnya. "kenapa bu?. apa ibu ingin ira dan mira berpisah??" tanyaku di ikuti anggukan mira. bu nunung mendekati ku. lalu mengelus rambut ku lembut. "bukan begitu.." bu nunung menghela nafas. aku menunggu lanjutan perkataan beliau. "masalahnya.. yang akan mengadopsi kamu adalah anak dari kyai ibu saat ibu mondok dulu..yang sekarang sudah menggantikan posisi ayahnya sebagai kyai.."tutur bu nunung. aku mengerutkan kening. terkejut dengan penuturan bu nunung. ha? kyai?? pondok?? itu artinya aku akan menjadi anak kyai?? kenapa aku? kenapa bukan mira? "kamu jangan khawatir.. nanti ibu, mira, dan anak panti lainnya akan sering sering main ke pondok.."ucap bu nunung. aku tidak percaya! sedangkan di sini bu nunung sudah sangat sibuk, itu pasti hanya kalimat penenang saja agar alu mau menjadi anak angkat mereka! huftt!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • My Diary
  • Keluarga Gledek • BTS & TXT
  • Bunda taehyung~~KOOKTAE
  • Surga yang Harus ku jaga
  • Bad Papa
  • {END} SUAMIKU ADA TIGA ||_K.V
  • Not A Perfect Husband ✔
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines