You're Not Alone

You're Not Alone

  • WpView
    LECTURES 2,217
  • WpVote
    Votes 678
  • WpPart
    Chapitres 45
WpMetadataReadTerminé ven., mars 13, 2020
[SLOW UPDATE] Tidak semua cerita itu mudah. Tak sepertiku, hidup dalam ketidak nyamanan. Diselimuti ketakutan juga was was. Perasaan yang sangat sakit entah kenapa selalu terasa di dada, bahkan tak ada satupun laki laki yang bisa buat hatiku percaya. Hidup sebagai gadis broken home sangat sulit, mengingat kejadian masa lalu yang sangat buatku trauma karena ayah. Tapi, ada dia sebagai pelindung di antara fikiran liarku soal SEMUA LAKI LAKI ITU JAHAT. Sheila&Grey
Tous Droits Réservés
#6
reyla
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Lovakarta
  • I HATE YOU BUT I LOVE YOU (END)
  • REBEL HEART "The Beginning Of Rhythm"
  • 𝐀𝐥𝐰𝐚𝐲𝐬 𝐖𝐢𝐭𝐡 𝐘𝐨𝐮 | Serena
  • DEVIAN [END]
  • INTUISI [END]
  • The First, Not the Last
  • Rolling In The Deep
  • AMERTA : The Last Embrace
Lovakarta

[COMPLETED] Lovakarta #1 Julukannya Hujan istimewa. Soalnya, Hujan yang satu ini selalu di damba-damba. 999 dari 1000 hati menyatakan ketertarikan padanya. Seharusnya, cerita ini mudah. Hujan tinggal pilih saja salah satu dari 999 hati yang ada. Tetapi, Hujan justru mengambil alur susah. Ia malah jatuh cinta pada 1 hati yang menyatakan penolakan mentah-mentah. Rintik yang menggelitik. Gerimis yang manis. Sampai Hujan deras yang melenyapkan panas. Hujan mencoba semua intensitas berusaha membasahi sang hati dengan kesejukannya. Hanya saja, tingkah sang hati yang selalu menghindar dari Hujan membuat jalan cerita jadi rumit pangkat tiga! Menariknya, beribu luka yang diterima Hujan istimewa sama sekali tidak dianggapnya sebagai alasan untuk menyerah... **** [COMPLETED] Lovakarta #2 Kata orang, cinta tak ubahnya sebuah impian. Butuh pengorbanan. Menuntut diperjuangkan. Tapi, pernahkah kau sampai menjadi Hujan sepertiku? Yang terus merintik, hanya untuk membuat dia tertarik. Selalu bersikap semanis gerimis, bahkan setelah berkali-kali ditepis. Juga tidak pernah lelah menderas, meski sama sekali tak dapat balas. Sungguh. Cinta ini bukan hanya menjadi ketidakadilan untukku. Lebih dari itu, aku tersakiti begitu jauh. Sampai tidak bisa membedakan apakah yang sedang kujalani adalah serangkai cerita, atau sekedar sebuah pengalaman terluka? Tapi, walau menjadi Hujan adalah patah hati terbesarku. Semua itu tidak akan membawa pengaruh. Tidak pula merubah sesuatu. Sebab, ujung-ujungnya, aku tetaplah aku. Si Hujan yang cuma tahu satu. Jatuh.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu