GILA! [Typhoon TeensXReaders]

GILA! [Typhoon TeensXReaders]

  • WpView
    Reads 2,146
  • WpVote
    Votes 365
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 7, 2019
ketika kau menjadi babu kelima orang gila tuh rasanya emang gila:'v Gimana sih rasanya kalo kamu jadi babu di rumah orang tanpa dibayar gara-gara kamu nendang mobil sampe penyok? Terus kamu dipertemukan ama manusia-manusia tak berperasaan yang otaknya bisa dibilang udah kebalik 180 derajat? Jingyuan dengan kepolosonnya tingkat HQQ ampe nyerempet goblok, Chengxin yang emang menggoda iman tapi sayang otaknya ilang, Jiaqi, yang bikin lu terjebak dalam kebabuan, dimana rajanya kerduz yang otaknya kegeser pas masih bayi, Yaxuan yang selalu teriak-teriakan gak jelas sampe kaca tentangga pecah, sama Yaowen si dedek gemes tapi sayang gak mau diem ampe guci mahal punya emaknya pecah? Hhhhh BAHASA AMBURADUL! NO TYPO NO LIFE! MURNI PIKIRAN SENDIRI! COPAS? SIAP-SIAP TAK SANTET KAMU! Start: Des 2018
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • MY BROTHER NCT
  • Aphrodite(Felix Harem) END
  • Lee Cute Jeno: Shorts 2
  • Cemara milik kita || nct dream (Terbit)✔
  • Geng Bratadikara (TERBIT) ✓
  • DIJODOHIN | ZHANG YIXING✓ [THE END]
  • "Where Are You Now?"[Sequel To Destroy][THE END]
  • Tae n' Gyu
  • Ⓚⓐⓝⓖ Ⓢⓤⓟⓘⓡ Ⓙⓚ (END) KOOKV

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines