Kelinci Taruhan

Kelinci Taruhan

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Dec 16, 2018
"Nyerah?" "Dalam mimpi lo." "Lo gak akan menang kali ini." "Gue pasti menang." "Kalo lo kalah?" "lo mau apa?" "Ciuman pertama lo, plus lo pake gaun, hils dan dandan." "Kalo lo yang kalah?" "Lo mau apa?" "Jadi budak gue setahun." "Oke, deal." "Deal." Hari ini, mereka melakukan taruhan konyol. Taruhan yang mempertaruhkan ciuman pertama Airy, tentu saja kalau mereka ciuman itu bukan ciuman pertama Arden. "Lo khawatir? Karna mau jadi babu gue setaun?" ejek Airy. Padahal dia sendiri takut setengah mati, nasib ciuman pertama romantisnya tergantung pada seekor kelinci.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • My Little Monster - Completed
  • Love hidden(END)
  • [M] Oneshoot Series
  • Arsyilazka
  • Caramel Maskiato - END (KaryaKarsa)

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines