The Phoenix Who Loved By Moon

The Phoenix Who Loved By Moon

  • WpView
    LECTURAS 241
  • WpVote
    Votos 21
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ene 12, 2019
Dia gadis yang memiliki ratusan nama, tapi tak satupun benar benar miliknya. Dia hidup di dunia gelap, hidup bagai bayangan, terlihat tapi tak dapat disentuh. Perasaan adalah kelemahan, dan dia berakhir tragis karenanya. Perasaan adalah kelemahan dan dia membekukan dirinya daripada nya. Mereka sama, dua orang yang hidup dikelilingi kekaguman orang orang, tetapi berjalan sendirian dalam kegelapan. "Aku akan menjadikannya milik ku, bagaimana pun caranya" "Iblis sialan! Teruslah bermimpi! " Bukan terjemahan! Hasil perasan otak author dengan penuh perjuangan :'v no copy, no plagiat
Todos los derechos reservados
#69
ancient
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • I'm Waiting For Your Dawn In the Dark Night [END]
  • Shattered Glass (Shang Li) [END]
  • I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-
  • #3 Poison Doctor Mad Concubine is a Bit Tugged

Sinopsis Seluruh dunia mengatakan dia pembohong, bagaimana bisa seorang gadis berusia dua puluhan terkena Alzheimer? Tapi entahlah, cinta sampai ekstrim, nanti lelah setelah hancur, hati akan lelah, badan... juga akan lelah. Penyakit Alzheimer umumnya dikenal sebagai penyakit Alzheimer, tetapi tidak hanya untuk orang tua. Dokter mengatakan bahwa orang-orang muda yang telah menderita serangan otak yang parah dan telah berada di bawah tekanan mental yang hebat untuk waktu yang lama juga dapat menderita penyakit ini. Lima tahun yang lalu, dia menyelamatkannya dan memblokir pukulan langsung dari penjahat itu; tiga tahun yang lalu, dia menikah dengannya dan disiksa sampai tidak berperasaan dan putus asa. Tapi ini masih tidak bisa membuatnya melepaskan? Cintanya padanya sudah lama menjadi naluri. Dia tidak takut menderita penyakit ini. Yang ditakutkannya adalah fungsi memori penderita Alzheimer akan terus memburuk. Dia takut paman ketiga yang mencintainya dan memegangnya di telapak tangannya akan hilang sepenuhnya. Jika satu-satunya kehangatan menghilang, bukankah hidupnya akan menjadi lelucon?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido