Closer
  • WpView
    Reads 1,451
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 19, 2019
CLOSER "Karena yang dekat sekali pun masih bisa pergi." Sejak ditempatkan di kelompok yang sama dengan Airlangga, Yhara tidak ragu lagi menaruh nama cowok itu di urutan nomor 2 orang paling menyebalkan di hidupnya. Bagaimana tidak? Di hari pertama kerja kelompok, gamers bergigi gingsul itu datang terlambat nyaris setengah jam. Belum selesai! Setelah membuat jantung Yhara hampir copot sebab dibonceng dengan kecepatan tinggi, malamnya Airlangga membuat cewek itu melek hingga dini hari demi menunggunya membalas pesan. Ketika hari itu berakhir, Yhara berbisik pada dirinya: gue enggak mau satu kelompok lagi dengan Airlangga! Namun, semesta selalu punya caranya sendiri, satu peristiwa mengantarkan cewek itu pada peristiwa lain. Alih-alih jauh dari Airlangga, Yhara malah semakin sering satu kelompok dengan cowok itu. Ini membuatnya mau tak mau harus dekat-dekat dengan Makhluk Pecinta Fisika satu itu. Kedekatan keduanya semakin jelas, terlebih sejak Yhara tahu Airlangga bukan sekadar cowok cuek yang hanya peduli pada game di ponselnya. Airlangga lebih dari itu. Mereka sama-sama mengerti arti kehilangan. Tapi bagaimana jika makna kehilangan cowok itu berbeda dari yang Yhara kira? Bagaimana jika definisi dekat hanya sekadar jarak? "Bahkan orang yang dekat sama kita sekali pun masih tetep bisa pergi, Ga." Image cover from pinterest All image from pinterest
All Rights Reserved
#13
ola
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Almost Us
  • Dusk In Your Eyes
  • Peta Langit
  • ARGALA -END-
  • AURORA 2 [END]
  • AMORAIGER [COMPLETED]
  • LDR || Lo Dan Rindu [END]
  • RANGGA PUTRA

Kalau ada satu orang yang selalu bikin Aira kesal tiap pagi masuk kelas, jawabannya cuma satu: Arga, si tukang ejek, tukang senyum miring, tukang nyebelin-tapi entah kenapa, hatinya selalu deg-degan tiap cowok itu datang. Bagi Arga, ejekan itu caranya menjaga jarak dari rasa yang terlalu dalam. Karena sesungguhnya, Aira bukan sekadar teman sekolah biasa. Ia adalah gadis kecil bermata sedih yang pernah ia tolong saat jatuh di jalan berlumpur puluhan tahun lalu. Gadis kecil dengan seragam sekolah dan pita merah di rambutnya, yang tersenyum malu-malu dan bilang terima kasih... sebelum akhirnya berlarian ke arah keluarganya yang sepertinya akan pergi meninggalkan rumah. Arga ingat. Aira tidak. Saat mereka dipertemukan kembali di usia dewasa-di sekolah yang sama, di kelas yang sama-Aira sudah menjadi perempuan yang dingin, keras kepala, dan angkuh. Tapi bagi Arga, ia tetap anak kecil yang dulu pernah ia bantu, yang senyumnya pernah membuat hatinya hangat. Arga mengenali Aira,, Arga ingat jelas nama gadis kecil yang ditolongnya dulu dari nama di seragam sekolahnya. Aira kaisha eliana. Jadi Arga memilih satu cara untuk mendekat: ejekan. Setiap ledekan, setiap adu mulut kecil, adalah bentuk rindunya yang lama dipendam. Tapi Aira? Ia terlalu bangga untuk bertanya, dan terlalu tertutup untuk merasakan. Dan ketika cinta sudah hadir di hati Aira, mereka harus berpisah untuk selamanya. Arga hanya menerimanya meski hancur, hanya kata selamat. Lalu pergi. Dan tak pernah kembali. Mereka bukan siapa-siapa. Bukan sepasang kekasih. Bukan sahabat. Tapi pernah saling jatuh cinta diam-diam-dan itu cukup untuk dikenang seumur hidup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines