Aleisha

Aleisha

  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 4, 2020
"Gue benci sama lo Ral! Gue benci Bunda! Gue benci takdir ini! Gue benci kalian semua!, Kenapa harus gue yang menerima semua beban ini? Kenapa Tuhan ngasih cobaan seberat ini? Kenapa hah! Kenapa?!" "Maaffin aku Ei, aku gak bermaksud buat kamu kaya gini, tapi ini memang takdir kita, kita gak bisa mengubah apa pun, Allah gak akan ngasih cobaan di luar batas kemampuan nya Ei" ucap laki-laki itu di bawah derasnya hujan, yang menjadi saksi kehancuran Aleisha Minda Gara . Ini tentang mereka yang saling mencintai, tetapi tak bisa bersatu karena takdir sang maha kuasa. Aleisha yang mencoba bertahan hidup dengan semua cacian yang ia dapat dari teman-temannya, kakanya, bahkan semua orang yang tidak tahu menahu tentang kebenarannya. Suatu saat ia mengetahui kebenaran yang selama ini bundanya rahasiakan dan membuat ia benar-benar menyesal mengetahui fakta tersebut. Dan yang selalu menguatkan nya saat kehancuran datang adalah sang sahabat yang entah sejak kapan rasa itu muncul dan membuat bumerang bagi dirinya sendiri.
All Rights Reserved
#206
romence
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Path Diffrent
  • AIRIS
  •   Dia nadine
  • Daniel Owns Me
  • ELVANADINE
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Eayzi [On Going]
  • FEARLESS || JAYISA
  • -LANDA-

PLAK! Suara Tamparan keras menggema sepanjang lorong sekolah. Kaay diam termangu dengan tatapan kosongnya, menyorot tidak percaya atas tamparan kuat yang baru saja Raina layangkan. Telinganya berdengung nyaring, "k-kak..." "Lo!" Tunjuk raina penuh kebencian, tepat di depan wajah kaay. "Manusia paling jahat! Yang pernah gue kenal." "Lo egois!" "Lo munafik!" "Lo nggak punya hati!" "Dan gue benci sama lo." Raina langsung pergi begitu saja sambil menuntun rayyan, meninggalkan kerumunan, dengan kaay yang masih diam ditempat, mengabaikan bisikan sumbang seluruh murid yang mengarah padanya. Kaay membalik badan, melewati mereka dengan ekspresi datarnya. Berjalan menjauh dengan langkah mantap tanpa menoleh, membuatnya menjadi buah bibir seantero murid. Mereka tidak tau, setiap langkah yang gadis itu hentakkan, maka saat itu juga buliran air terlepas dari bendungan kelopak mata yang sudah berusaha keras menahan serpihan rasa sakit dalam bentuk air mata. Secarik kisah romansa masa SMA yang menyeret dua saudara, dengan berbagai konflik yang tersedia. Persahabatan, perjuangan, dan pilihan, harus diambil untuk menentukan prinsip hidup kedepan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines