Aleisha

Aleisha

  • WpView
    LECTURES 194
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadTerminé jeu., juin 4, 2020
"Gue benci sama lo Ral! Gue benci Bunda! Gue benci takdir ini! Gue benci kalian semua!, Kenapa harus gue yang menerima semua beban ini? Kenapa Tuhan ngasih cobaan seberat ini? Kenapa hah! Kenapa?!" "Maaffin aku Ei, aku gak bermaksud buat kamu kaya gini, tapi ini memang takdir kita, kita gak bisa mengubah apa pun, Allah gak akan ngasih cobaan di luar batas kemampuan nya Ei" ucap laki-laki itu di bawah derasnya hujan, yang menjadi saksi kehancuran Aleisha Minda Gara . Ini tentang mereka yang saling mencintai, tetapi tak bisa bersatu karena takdir sang maha kuasa. Aleisha yang mencoba bertahan hidup dengan semua cacian yang ia dapat dari teman-temannya, kakanya, bahkan semua orang yang tidak tahu menahu tentang kebenarannya. Suatu saat ia mengetahui kebenaran yang selama ini bundanya rahasiakan dan membuat ia benar-benar menyesal mengetahui fakta tersebut. Dan yang selalu menguatkan nya saat kehancuran datang adalah sang sahabat yang entah sejak kapan rasa itu muncul dan membuat bumerang bagi dirinya sendiri.
Tous Droits Réservés
#265
diksi
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • FEARLESS || JAYISA
  • AIRIS
  • untuk imamku ( End )
  • Eayzi [On Going]
  • Satu Hati yang Kuberi Cinta
  •   Dia nadine
  • -LANDA-
  • love Or bestfriend (REVISI)
  • ELVANADINE
  • SELESAI (Say Goodbye)

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu