Back to You

Back to You

  • WpView
    Reads 317
  • WpVote
    Votes 136
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 13, 2019
Pada sebagian orang berharap untuk dapat kembali ke masa lalu. Dan aku pun punya harapan begitu. Tapi apa mau dikata, masa lalu sudah berlalu dan sekarang tinggal menjalani kehidupan baru. Suka tidak suka, mau tidak mau. Nyatanya hidup memang harus terus berjalan. Ikhlaskan semuanya jalani yang ada di depan mata. Mungkin ada saatnya kita mengenang semuanya, dan pada tahap ini aku akan mengenang itu semua. Kenangan yang tidak akan pernah terlupakan antara aku dan dirinya. Penasaran kisahnya? ayo baca sama-sama! Tidak se-sedih blurbnya kok. •Back to You• Start :16 Desember 2018
All Rights Reserved
#15
backtoyou
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • Dear Nata (Selesai)
  • Segitiga [END]
  • INSTABLE - (Ta) [Completed]
  • Galen [TAHAP REVISI]
  • A Secret Smile (TAMAT)
  • WHO ?
  • (✔) Save Me Please!!
  • Arka it's Mine! [Pindah ke Dreame]

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines