Tulisan Sebuah Perjalanan

Tulisan Sebuah Perjalanan

  • WpView
    Membaca 4,729
  • WpVote
    Vote 97
  • WpPart
    Bab 82
WpMetadataReadLengkap Sel, Jun 16, 2020
Ketika kertas-kertas berserakan. Tinta-tinta pena bocor tak karuan. Napas optimis berputar menjadi pesimis. Tak terkira apa selanjutnya hal-hal yang akan terjadi didepan nanti? Ketika sekarang, takut hati rasanya menatap masa depan, bertemu dunia baru yang makin tidak karuan. "Tapi mengapa jam masih terus berjalan?". Belum cukup pikiran jernih untuk bertindak. Keikhlasan juga masih terselip rasa kecewa. Juga senyum yang masih terselimut duka. "Tapi mengapa jam terus saja berjalan, ketika segala sesuatu berhenti? Apa ia tidak paham akan keadaanku sekarang ini?". Banyak hal yang selalu membuat luka, hingga hilang senyum tawa. Terlalu banyak patah hati, hingga hilang rasa percaya akan motivasi. Tapi semua memang harus terjadi. Nyatanya waktu pun terus berdetak tanpa sedikit pun peduli. Yang perlu disadari, ini hanyalah ujian kecil dari segala yang besar dimasa nanti. Ini hanya badai kecil dari segala ombak besar yang kan menerpa menjelma menjadi kesunyian hati. Masa lampau tak harus lama untuk diratapi, cukup untuk menjadi pelajaran diri, memperbaiki yang kurang. "Kenangan harus cukup kuat untuk memungkinkan kita untuk bertindak tanpa melupakan apa yang ingin kita lakukan, untuk belajar tanpa henti, untuk menjadi orang yang sama. Tetapi kenangan juga harus cukup lemah sehingga mengizinkan kita untuk terus bergerak menuju masa depan" kata Itaro Calvino. Segalanya tentang Aku, 'dia', Mereka (teman-teman), dan juga masa depanku.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#249
perpisahan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Everything Happens for a Reason
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • CERPEN (END)
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Obstacles eternal love || Fresha (End)

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan