Kita, Kampus & Luka Lama

Kita, Kampus & Luka Lama

  • WpView
    Reads 26,265
  • WpVote
    Votes 61
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 22, 2026
Di usianya yang menginjak dua puluh tahun, Elle terpaksa memulai hidup baru sebagai mahasiswi baru di Fakultas Teknik Sipil. Ia membawa trauma besar dan sebuah rahasia kelam yang hampir menghancurkan warasnya, berharap bisa bersembunyi dengan aman di balik riuhnya koridor kampus. Namun, rencana penyamarannya runtuh total di hari pertama ospek. Takdir tidak hanya mempertemukannya dengan Esha-senior tegas yang memiliki wajah mutlak serupa dengannya-tetapi juga menyeretnya ke dalam lingkaran hidup Bima, seorang pria mapan berusia dua puluh enam tahun yang terbiasa hidup keras di site pertambangan. Saat bayang-bayang masa lalu yang kotor kembali melacak keberadaannya dan mengancam masa depannya di kampus, Elle sadar ia tidak bisa lagi berlari sendiri. Di antara kerasnya dunia Teknik dan luka lama yang kembali meledak, akankah Elle berhasil menemukan tempatnya untuk benar-benar pulang?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reset
  • Move On
  • Dirty Diary
  • Daddy's Little Secret
  • The Duke's Sun
  • Titian Cinta Delisha [TAMAT]
  • Istri Mereka
  • SERAPHINA WILDE (Cerpen TAMAT)
  • The SECRET Of The OLD
  • Mempelai Sang Vampir (RAB)
Reset

Apa arti sebuah cinta? Oosaki Yuki tidak mengerti kenapa akhir-akhir ini dirinya jadi mudah sekali terpedaya pada seorang Geraldi Stefano, kekasih teman dekatnya. Masalah kian rumit ketika Yuki sendiri tidak bisa menahan hatinya, hingga ia akhirnya jatuh ke dalam lubang hitam yang dibuat laki-laki itu. Sebuah pengkhianatan yang tidak termaafkan. Yuki tahu ini salah, tapi menolak Stefan sama saja membuat separuh nyawanya lebur. Stefan dan dirinya adalah tabu, indah namun mematikan. Sebaiknya Yuki berhenti, tetapi Stefan bersikukuh mempertahankan. Tidak ada yang salah pada cinta, mereka saja yang tidak tahu apa pun. Hampir menuju arah putus asa, Yuki gamang memutuskan. "Pikirkan hanya tentang kita, yang lain biarlah."

More details
WpActionLinkContent Guidelines