We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
NO MERCY!

NO MERCY!

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 27, 2018
WpInfo
Fanfic
EXO
Memang kebebasan diinginkan oleh kebanyakan orang namun ingat, bebas masih memiliki batas. Zira, Kevin, dan Ilham mereka bersahabat setelah mereka sadar bahwa mereka mempunyai permasalahan yang sama. keluarga yang berantakan terutama. pahit memang, tapi apa boleh buat? mereka harus melalui itu. tapi tenang, mereka saling menguatkan. untuk apa ada sahabat? tapi tidak mau saling peduli. sesulit apapun keadaan yang mereka hadapi namun mereka tetap percaya bahwa itu telah menjadi skenario hidup yang tidak pernah melebihi semua kemampuannya. tapi, mengapa "cinta" selalu hadir jika sudah tercipta rasa nyaman? apakah perlu? namun hanya bisa terasa bukan hak nya untuk menyampaikan karena saling menjaga perasaan itu yang utama akankah "cinta segitiga" yang terpendam masih bisa mempertahankan mereka ditengah banyaknya permasalahan yang mereka hadapi? ready to read it? let's go!!
All Rights Reserved
#13
freedom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Quant (On Going)
  • 𝗧𝘄𝗶𝗻𝘀 𝗨𝗻𝗶𝘃𝗲𝗿𝘀𝗲
  • Friend's Zone's
  • Renjana
  • Behind The Smile (TERBIT)
  • KAIREL [END]
  • RYUZIE
  • Eternal; Shanka [END]

Pernahkah kau bertanya pada dirimu sendiri... "Apa hakikat kebenaran, jika setiap sudut pandang melahirkan kenyataan yang berbeda?" Pernahkah kau bertanya... "Seperti apa rasanya menjadi lebih dari orang lain, ketika dunia sendiri tak mampu menanggung beban kekuatan itu?" Pernahkah kau bertanya... "Adakah cinta sejati di dunia ini, ataukah ia hanya ilusi yang bertahan sepanjang waktu?" Ketika batas antara sains dan takdir memudar, kami menemukan bahwa dunia yang kami kenal hanyalah serpihan kecil dari kebenaran yang lebih besar - dan kami bukanlah sekadar anak-anak biasa. Di persimpangan waktu dan ruang, di mana kemungkinan bercabang tak terhingga, satu pertanyaan terakhir tersisa: Apakah manusia mengendalikan nasib, ataukah mereka hanya boneka dari hukum alam yang tak terjamah?

More details
WpActionLinkContent Guidelines