AL-mulk untuk mu

AL-mulk untuk mu

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 8, 2020
Cinta di masa lalu membuatnya sadar bahwa dirinya tidak lagi membutuhkan cinta terhadap makhluk Allah, melainkan cinta Kepada sang pencipta. Seorang anak kecil yang nakal dan cantik bak permata surga menyukai seorang anak laki-laki bernama Arya yang ternyata cuek dan nakal. Awal permasalahan dan rasa malu anak perempuan itu ia tanggung dengan percaya diri, beribu rasa sakit yang ia rasakan ketika menyukai seseorang di banding lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. "Ana kan sudah bilang Ana, gak bisa menghafal lagi!" "Antum harus menyetor pokoknya, kalo antum begini terus bagaimana ia akan menyukai antum yang malas menyetor hafalan!ha?" "Iya deh Ana mengalah tapi 4 ayat aja yah?pliss!" Mencintai seseorang itu membutuhkan pengorbanan yang sangat berat, di bandingkan itu mencintai sang pencipta makhluk itu lebih mudah dan indah di ukirkan.06_01_2004
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MEMELUK LUKA [END]
  • MARRIED WITHOUT LOVE
  • Cinta yang Dirindukan
  • My Little Monster - Completed
  • My Partner in Everything
  • Cewek Judes Vs Cowok Nyebelin END (TELAH TERBIT)
  • VARA [HIATUS]
  • Aranathan
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara

Menjadi anak terakhir sekaligus satu-satunya perempuan dalam keluarga memang tidak mudah bagi Alea. Sejak kecil, ia tumbuh dengan beban yang diam-diam menghantuinya-beban harapan besar yang diletakkan di pundaknya oleh orang tua dan kakaknya. Mereka melihatnya sebagai harapan terakhir keluarga, seseorang yang harus bisa melampaui pencapaian ayah, bunda, dan abangnya. Ekspektasi itu begitu tinggi hingga terkadang membuat Alea merasa sesak. Setiap langkah yang ia ambil seolah diawasi, setiap keputusan yang ia buat harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak mengecewakan mereka. Ia harus menjadi lebih baik, lebih sukses, lebih segalanya. Namun, di balik semua itu, ada ketakutan yang terus menghantuinya yaitu kegagalan, takut mengecewakan, takut tidak menjadi seperti yang mereka harapkan. Terlalu sering ia memilih diam daripada mengungkapkan perasaannya. Luka-luka yang ia terima tidak selalu tampak di permukaan, tetapi mengendap jauh di dalam hati. Ia belajar untuk menyembunyikan lelahnya, menyimpan resahnya sendiri, dan terus berusaha sekuat mungkin untuk menjadi versi terbaik yang diinginkan keluarganya. #1 Melawanrestu #1 Anakterakhir #2 Bedakeyakinan #2 Alea #2 Pendidikan

More details
WpActionLinkContent Guidelines