BLACKGIRL

BLACKGIRL

  • WpView
    LECTURAS 36,847
  • WpVote
    Votos 967
  • WpPart
    Partes 17
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, nov 29, 2020
"Ampun? Cuih!!" Kata seorang gadis dengan suara yang bisa membuat orang merinding mendengarnya. "Adakah kata ampun saat anda melukai saya?ADA KAH HA? ANDA SAMA SEKALI TIDAK PEDULI TERHADAP SAYA SAAT ANDA MELUKAI SAYA!!" Bentak gadis itu dengan murka. "CUKUP SUDAH PENDERITAAN SAYA DAN SEKARANG WAKTU PENDERITAAN ANDA TUAN MARK" ucap nya penuh dengan kebencian dan mata yang sangat mengerikan Semua orang yang disana menatap gadis itu dengan ngeri karna terakhir kali, orang yang membuat nya murka berakhir di dalam tanah dengan badan yang kurang utuh.
Todos los derechos reservados
#941
bad
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Promise or Leave
  • Pelangi Redup
  • This Is Not My House
  • Shafael's
  • Harapan Bunga Terakhir
  • MELODI Yang Memilukan
  • Perkara Rumpang
  • LANGIT BIRU
  • Meimei Baik {SAD STORY}

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido