CERITA ANAK JALANAN

CERITA ANAK JALANAN

  • WpView
    Reads 2,997
  • WpVote
    Votes 182
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 1, 2019
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Anak jalanan itu. Mereka adalah korban penculikan beberapa tahun silam. Tinggal di sebuah kota besar mungkin menjadi impian banyak orang, tapi tidak bagi anak-anak jalanan yang hidupnya terombang-ambing di tengah kejamnya perkotaan. Bukan tanpa alasan mereka menjadi anak jalanan. Anak-anak itu hadir karena direbut paksa dari belaian orang tua mereka, dijauhkan dari rumah kelahirannya, dijauhkan dari orang-orang tersayang dan mereka dilenyapkan dari pandangan kedua orang tuanya. Mereka disiksa, dipaksa, kelaparan, ketakutan, juga kecemasan setiap kali mereka pulang tanpa membawa uang. Pukulan demi pukulan sudah menjadi hal biasa, namun semua itu membuat jiwa mereka lelah, lelah tersakiti, lelah untuk menangis, lelah merindukan kasih sayang orang tua. Mereka rindu. Mereka ingin pulang. "Ibuu...aku ingin pulang" Hanya tangisan yang bisa mereka luapkan, mereka takut untuk marah, mereka takut untuk berteriak, mereka hanya ingin pulang, pulang ke rumah dimana dulu mereka pernah mengecap hangatnya kasih sayang. Seandainya penculikan itu tidak pernah terjadi, mungkin anak-anak jalanan itu hidup bahagia bersama keluarganya, bersekolah dan bermain, adalah hal yang paling mereka dambakan. -CERITA ANAK JALANAN- Desember 2018.
All Rights Reserved
#404
seru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • ALVIN (On Going)
  • AFFAIR (Completed)
  • attention | 00 line
  • 𝕯𝖆𝖗𝖆𝖍 𝕯𝖎 𝕵𝖆𝖑𝖆𝖓 𝕿𝖊𝖗𝖑𝖆𝖗𝖆𝖓𝖌 [TERBIT]
  • Dear Renjun || Nct Dream
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • Juan [REVISI]

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines