Remuk
  • WpView
    Reads 2,837
  • WpVote
    Votes 394
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 17, 2020
[Hiatus] Goresan sajak-sajak ini bakal jadi saksi atas ungkap hatiku yang merintih perih. Kau, tahu? Aku tersiksa karenamu. Remuk, hatiku. *** Dulu, aku begitu menikmati tiap detik waktu Di mana "kita" yang menjadi tokoh utama disetiap tapak penitisan seiring waktu berjalan Hingga kini, aku hanya dapat menertawai takdir Aku terhenyuk, tatkala takdir memilih mengungkap hal sebenar Bahwasanya kau hanyalah sebuah debu kotor, Yang bernaung di bawah sekelopak mawar indah "Kita" kini hanya menjadi bukti bahwa sebuah ikatan pernah kujalani dengan begitu memuakkannya.
All Rights Reserved
#285
kata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mati Lebih Lama, Hidup Selamanya
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah
  • KELUH
  • ROMANSA KATA
  • Cerita pena luka
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • Almost.
  • Perihku Ditinggalkan
  • Rintik Rindu
  • Coretan Hitam

Rangkaian puisi dari isi hati Diantara aku dan dunia Tempat selayaknya berada, meski hanya sekedar singgah Dan aku ingin mati lebih lama, Juga hidup selamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines