Old But Young

Old But Young

  • WpView
    Reads 346,745
  • WpVote
    Votes 13,176
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 7, 2017
Umur 31 tahun, tapi wajahnya seperti umur remaja dua puluhan. Terposana? Oh... jelas, siapa yang tidak menyukai lelaki tampan yang tua tapi muda itu. Sayang, dia begitu arogan, menjengkelkan, sangat menyebalkan. Aku pertama kali berjumpa dengannya saat ditoko buku, kami berdua merebutkan sebuah buku yang hanya sisa satu. Dan tanpa diduga dia adalah dosen yang mengajar mata kuliahtersusah di jurusan ku, cukup lengkap penderitaan ku. Author Badhria.AN Makassar 30 May, 2014
All Rights Reserved
#72
akusayangkamu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nothing, But You...
  • Rindro (SELESAI)
  • WANITA GILA
  • DIE WITH SMILE  [FAYEYOKO]
  • Garis Takdir Bad Girl
  • Ku Relakan Segalanya.!!
  • antara kau aku dan cinta
  • In Fact, I Love You
  • (?)

Romance story about Arlita dan Arnanda. Arlita Naraya Tirta Rutinitas sehari-hariku sering dibilang membosankan oleh banyak orang, termasuk teman-temanku. Bagaimana tidak, setelah 5 hari bekerja dari pukul 8 hingga 5 sore, tak membuatku berkeinginan berlibur atau sejenak keluar untuk menenangkan pikiran di saat weekend tiba. Beberapa kali temanku mengenalkan seorang pria untuk sekedar mewarnai hidupku yang membosankan itu, namun aku tak pernah menanggapinya lebih. Hingga aku bertemu seorang pria yang membuatku terpukau saat pertama kali mendengar suaranya. Entah mengapa, aku menyukai suaranya. Lalu pertemuan-pertemuan lainnya yang tak ku sengaja terjadi membuatku menaruh hati pada pria itu. *** Arnanda Narendra Bimana Di umurku yang sudah menginjak 35 membuatku selalu dikejar oleh pertanyaan yang muak ku dengar. Segala ide perjodohan yang keluargaku dan kawan-kawanku atur tak ada satupun yang membuatku berkeinginan untuk mengenal lebih jauh wanita-wanita itu. Penampilan ala kadarnya itu membuatku terpana, aku tak pernah melihat perempuan yang seperti itu. Daster sepaha dengan warna yang sudah pudar, wajah yang tak dihiasi make up, dan dengan rambut yang asal-asalan ia cepol. Namun, entah parfum apa yang ia pakai hingga tercium olehku. Lalu untuk pertama kalinya sejak sekian lama, hatiku berdebar mendengar perempuan yang tak ku ketahui namanya itu memanggilku dengan "mas". Hatiku tergelitik ingin mengenalnya lebih jauh. Tidak, aku ingin memilikinya saat itu juga. Konyol memang, namun aku tak mampu membohongi diriku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines