Luka Untuk Cinta

Luka Untuk Cinta

  • WpView
    Lecturas 1,483
  • WpVote
    Votos 113
  • WpPart
    Partes 24
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, mar 30, 2019
WpInfo
Ficción
Romance
Belajar dari banyak pengalaman hidup yang mengajarkan "Tita" Untuk menjadi gadis yang lebih kuat dari sebelumnya. Ketika banyak hal yang menjatuhkan dia, dia belajar untuk bangkit dan terus bangkit dari keterpurukan nya. Wunde für die Liebe adalah novel tentang luka yang secara tidak sadar dirasakan oleh semua orang yang mencintai. Berharap bisa dicintai balik oleh orang yang kita cintai tanpa balik terluka adalah keinginan semua orang, tak terkecuali Tita.
Todos los derechos reservados
#911
luka
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mahligai Sunyi
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Before Goodbye
  • Sekali Lagi (End)
  • ANTARA DOA DAN RASA

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido