Rasa
  • WpView
    مقروء 20
  • WpVote
    صوت 0
  • WpPart
    فصول 2
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: أربعاء, مايو ١٥, ٢٠١٩
~ Prolog Sebuah rumah yang cukup megah namun terlihat usang karena sudah tak pernah dirawat,sejak kepindahan si pemilik rumah sekitar tujuh tahun yang lalu. Pagarnya sudah berkarat,taman yang terdapat banyak tanaman yang sudah layu karena tak lagi ada yang merawatnya. Diujung kolam ikan yang tak ada lagi ikan yang berenang disana terdapat dua ayunan yang terlihat usang dan tua. Seorang gadis tengah berdiri menatap rumah tersebut dari luar pagar,menatap nanar semua yang ada di dalam sana,setiap satu minggu sekali ia selalu rutin untuk mengunjungi rumah usang ini. Mungkin rumah ini sudah rusak dan tak terawat tetapi kenangannya masih hangat dalam ingatannya. "Eloise ayo kita pergi" Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya tanpa menoleh. "Eloise kamu masih punya kehidupan,jangan seperti ini terus aku sedih melihat kamu seperti ini" ujar lelaki yang selalu menemani Eloise. "Semuanya sudah usai Zaf,kehidupanku sudah pergi entah kemana" Zafran meraih pergelangan tangan Eloise dan membawa ke pelukannya. "Suatu hari nanti dia akan kembali aku yakin" Zafran mengelus kepala gadis yang ada di pelukannya,gadis yang sangat ia cintai tapi sayang gadis itu hanya mencintai orang lain.
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • After You, The Rain Felt Different
  • 90 Hari Mengejar Cinta Alvaro[End]
  • Soal Rasa 2
  • [✓] Sangga (SELESAI)
  • XTEG
  • Caramel Latte (FreFlo) ✓
  • Kau Yang Tak Tergapai
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓

"prolog" Aku selalu percaya, setiap hujan punya kenangan. Dan Bandung... menyimpan kita di antara rintiknya. Dulu, kita pernah berjalan di jalan yang sama. Saling genggam tangan, saling percaya bahwa kita akan bertahan meski apa pun yang terjadi. Tapi waktu, entah kenapa, pelan-pelan mengubah semuanya. Bukan karena kita berhenti mencinta, tapi karena kita berhenti saling memahami. Kita tumbuh... dan entah sejak kapan, kita juga menjauh. Aku masih ingat, kamu yang dulu suka nyore di taman sambil dengerin lagu-lagu mellow, bilang hujan bikin kamu tenang. Sementara aku, cuma bisa duduk diam di sebelahmu, berharap kamu nggak sadar kalau aku selalu ngeliatin kamu lebih lama dari seharusnya. Semuanya indah-sampai kita salah paham. Sampai kata-kata jadi senjata, dan cinta jadi luka. Sekarang, setelah waktu memisahkan kita, aku cuma bisa bertanya dalam hati: Kalau kita dulu sedekat itu... kenapa akhirnya kita jadi dua orang asing di kota yang sama?

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى