Story cover for Rasa by anisa_ff
Rasa
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Dec 17, 2018
~ Prolog

Sebuah rumah yang cukup megah namun terlihat usang karena sudah tak pernah dirawat,sejak kepindahan si pemilik rumah sekitar tujuh tahun yang lalu.

Pagarnya sudah berkarat,taman yang terdapat banyak tanaman yang sudah layu karena tak lagi ada yang merawatnya.

Diujung kolam ikan yang tak ada lagi ikan yang berenang disana terdapat dua ayunan yang terlihat usang dan tua.

Seorang gadis tengah berdiri menatap rumah tersebut dari luar pagar,menatap nanar semua yang ada di dalam sana,setiap satu minggu sekali ia selalu rutin untuk mengunjungi rumah usang ini.

Mungkin rumah ini sudah rusak dan tak terawat tetapi kenangannya masih hangat dalam ingatannya.

"Eloise ayo kita pergi" 

Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya tanpa menoleh.

"Eloise kamu masih punya kehidupan,jangan seperti ini terus aku sedih melihat kamu seperti ini" ujar lelaki yang selalu menemani Eloise.

"Semuanya sudah usai Zaf,kehidupanku sudah pergi entah kemana"

Zafran meraih pergelangan tangan Eloise dan membawa ke pelukannya.

"Suatu hari nanti dia akan kembali aku yakin" Zafran mengelus kepala gadis yang ada di pelukannya,gadis yang sangat ia cintai tapi sayang gadis itu hanya mencintai orang lain.
All Rights Reserved
Sign up to add Rasa to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Heartbeats: Di Antara Dua Dunia by LangitAdikara
25 parts Ongoing
"Ketika cinta menjadi denyut terakhir, akankah takdir mengizinkan mereka untuk bersama?" Revan Alastair hidup di dua dunia yang berbeda. Di satu sisi, ia adalah pemimpin yang disegani di geng motor "Falcon," sosok yang tak kenal takut, dingin, dan sulit ditebak. Namun, di balik semua itu, ada sisi lain dari dirinya seorang pemuda yang tersembunyi di balik topeng keberanian, yang setiap hari bergumul dengan rasa sakit tak kasat mata. Penyakit bipolar dan masalah jantung menjadi teman yang tak pernah pergi, membuatnya merasa sendirian meski dikelilingi banyak orang. Rasa sakit itu, baik fisik maupun emosional, semakin nyata ketika malam tiba dan tak ada yang bisa mendengarnya. Di sisi lain, ada Kirana Elara, gadis berjiwa lembut yang selalu merasa terasing dalam hiruk-pikuk sekolah. Terluka oleh perlakuan teman-temannya dan kekurangan kasih sayang dari keluarganya, Kirana terbiasa menyembunyikan air mata di balik senyum manisnya. Hidupnya yang penuh kesunyian mulai berubah ketika ia bertemu Revan, seorang pemuda yang nampak jauh dan tak terjangkau, namun memiliki mata yang menyimpan ribuan cerita. Pertemuan mereka di sebuah malam penuh bintang mengubah segalanya. Kirana mulai melihat sisi lain Revan, sosok yang rapuh dan membutuhkan kehangatan, sementara Revan menemukan ketenangan dalam senyum Kirana yang tulus. Perlahan, mereka mulai menjalin kisah yang tak terduga, saling mengisi kekosongan dalam diri masing-masing. Penyakit Revan yang sering menyerang secara tiba-tiba menjadi tantangan terbesar bagi mereka berdua. Tak ada yang tahu betapa beratnya Revan menjalani hari-harinya. Suatu hari, Revan mengalami serangan jantung yang parah dan berada di ambang kematian. Kirana dihadapkan pada pilihan sulit bertahan di samping Revan atau merelakan kepergiannya. Dalam proses pencarian jati diri dan pergulatan dengan takdir, Kirana menemukan seorang kekasih baru yang memberinya harapan akan kehidupan yang lebih tenang. Namun, di saat ia mulai belajar untuk melepaskan...
You may also like
Slide 1 of 10
After You, The Rain Felt Different  cover
Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓ cover
FALLING IN LOVE  cover
serpihan hati cover
90 Hari Mengejar Cinta Alvaro[End] cover
Caramel Latte (FreFlo) ✓ cover
Soal Rasa 2 cover
Ale.[#wattys2018] cover
Heartbeats: Di Antara Dua Dunia cover
[✓] Sangga (SELESAI) cover

After You, The Rain Felt Different

15 parts Ongoing

"prolog" Aku selalu percaya, setiap hujan punya kenangan. Dan Bandung... menyimpan kita di antara rintiknya. Dulu, kita pernah berjalan di jalan yang sama. Saling genggam tangan, saling percaya bahwa kita akan bertahan meski apa pun yang terjadi. Tapi waktu, entah kenapa, pelan-pelan mengubah semuanya. Bukan karena kita berhenti mencinta, tapi karena kita berhenti saling memahami. Kita tumbuh... dan entah sejak kapan, kita juga menjauh. Aku masih ingat, kamu yang dulu suka nyore di taman sambil dengerin lagu-lagu mellow, bilang hujan bikin kamu tenang. Sementara aku, cuma bisa duduk diam di sebelahmu, berharap kamu nggak sadar kalau aku selalu ngeliatin kamu lebih lama dari seharusnya. Semuanya indah-sampai kita salah paham. Sampai kata-kata jadi senjata, dan cinta jadi luka. Sekarang, setelah waktu memisahkan kita, aku cuma bisa bertanya dalam hati: Kalau kita dulu sedekat itu... kenapa akhirnya kita jadi dua orang asing di kota yang sama?