Scissor
  • WpView
    Membaca 111
  • WpVote
    Vote 19
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadDewasaLengkap Sab, Des 29, 2018
Pesan dan kenangan yang ku ukir sendiri dengan gunting
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Daddy's Little Sunshine
  • the protective myhusband
  • Mas Masinis
  • Laskar
  • Teman Kecilku
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Stressed.
  • Transmigrasi Gio End
  • Transmigrasi Little Mommy
  • One Shot 21+

Selama lima tahun terakhir, hidup Adrian Mahardika (35) hanya berisi pekerjaan dan ketiga putranya. Sejak istrinya meninggal, CEO Mahardika Group itu berubah menjadi pria dingin, tegas, dan nyaris tanpa senyum. Rumah megahnya terasa seperti istana tanpa kehangatan. Sifat itu menurun kepada ketiga putranya. Si kembar lima tahun yang selalu memasang wajah datar dan sulit didekati. Dan putra sulungnya yang berusia tujuh belas tahun, Nathan Mahardika, yang terkenal dingin, tinggi menjulang, dan selalu menjaga jarak dari semua orang. Semua baby sitter sebelumnya menyerah. Hingga datang seorang gadis mungil berusia dua puluh tahun... Naura Azzahra. Tinggi hanya sekitar 152 cm, wajah imut, suara lembut, tetapi memiliki kesabaran yang tidak masuk akal. Tak ada yang menyangka, gadis kecil itulah yang perlahan menghangatkan rumah Mahardika. Si kembar yang dulu anti disentuh kini justru berebut ingin digendong, disuapi, dipeluk, bahkan tidur hanya jika Naura membacakan dongeng. Nathan yang biasanya dingin berubah menjadi kakak super protektif. "Kak Naura jangan angkat barang berat." "Aku yang bawa." "Jangan berdiri lama." "Sudah makan belum?" Karena perbedaan tinggi yang jauh, Nathan bahkan sering mengangkat Naura agar gadis itu bisa mengambil barang di rak tinggi. Semua orang mengira Nathan menyukai Naura. Padahal... Baginya, Naura adalah kakak perempuan yang sangat berharga, seseorang yang akhirnya membuat rumah mereka kembali terasa hidup. Masalah justru datang dari Adrian. CEO yang terkenal dingin itu perlahan berubah menjadi pria paling pencemburu. Setiap kali Nathan terlalu perhatian... Adrian langsung memasang wajah gelap. "Turunkan dia." Nathan menghela napas. "Papa, Kak Naura cuma nggak nyampe." "Aku bilang turunkan." Sementara si kembar justru tertawa. "Papa iri."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan