Kertas (Sisi gelap)

Kertas (Sisi gelap)

  • WpView
    Dibaca 35
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Des 18, 2018
WpInfo
Non-fiksi
Dia, bukan nama orang. Hanyalah salah satu ciptaan Tuhan yang menyia-nyiakan karuniaNya.Berhari-hari jauh sebelum tekad bulat itu terlaksana, ia menulis dalam secarik kertas, sebagai perwakilan 'mereka' yang ada di dalam dirinya. Derita mereka, kebahagiaan, tangisan, semuanya ia tuliskan. "Aku nyaris gila dengan tingkah laku mereka yang ada dalam pikiranku. Mereka tahu apa yang kupikirkan dan selalu ribut akan bagaimana caraku menyelesaikan masalah-masalah ku. Belum cukup dengan tingkah mereka, datanglah 'mereka' dalam dunia nyata. Aku tak punya tujuan lagi tempat berlindung. Stress, Frustasi, hingga Depresi, sudah menjadi makanan keseharian ku. dan beginilah aku menjalani hidup. Dengan mencurahkan segala sesuatu yang dirasakan ku dan mereka dalam secarik kertas."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#390
originalstory
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • The Fate Of My Life (END)
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • Meneroka Jiwa 2
  • The Dark Side(END)
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Yang Pernah Patah
  • Di antara dua sujud

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan