BERANI BANGKIT ( BUY BACK )

BERANI BANGKIT ( BUY BACK )

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing9m
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 24, 2019
Di zaman Modern ini ; zaman penuh dengan kepraktisan dan kebahagiaan, tidak membuat kehidupan Daffa, anak kelas enam sekolah dasar, mendapat kebahagiaan yang menetap. Ia berubah sedikit demi sedikit karena masalah yang menghapirinya, satu- persatu, bahkan terkumpul kemudian memukul jiwanya. Meremukkan sebuah hati yang lemah. Daffa pun kehilangan semangat yang sebelumnya telah ia miliki. Orang-orang bersimpati, namun tak bisa membantu banyak. "Langit yang indah, tapi tidak untuk hati ini." Keluh Daffa sambil menatap langit yang berdampingan dengan awan waktu sore hari di atasnya. Indah dan bermacam warna. " Ibu, Daffa tidak kuat." Daffa kecil yang menyedihkan, lalu apa yang akan dilakukan tuhan seluruh alam ? Tuhan akan membangkitkan hatinya. Tuhan berpesan di surat sucinya bernama Thaa Haa, pada bagian ayat lima puluh. Musa berkata: "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk." Namun Tuhan juga berpesan di surat sucinya bernama Ar Ra'du, pada bagian ayat sebelas, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah segala hal yang ada pada diri mereka." Tuhan memberi petunjuk, apakah Daffa menerimanya dengan baik ?
All Rights Reserved
#319
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LET ME HATE YOU
  • Transcendence (A Muslim-Christian Story)
  • From Aliya to Hafiz
  • Mafia's Forced Wife
  • I Can't Let You Go (COMPLETED)
  • The American (BWWM)
  • Tu woh chaand

A marriage neither wanted. A hatred neither understands. Two strangers tied by a past that stains everything between them. He never wanted a wife. Especially not her. Cold, distant, and poisoned by assumptions, Amaan enters the forced marriage with one intention- to keep his distance and keep his resentment alive. Asmaira enters with something far heavier- guilt. Not to protect him. Not to save him. But because she knows the truth of what happened... and she cannot bear to confess it. They have never met. But the moment they do, the air turns sharp- full of tension, unspoken accusations, and the kind of hate that feels too much like longing. He despises her for a sin she never committed. She punishes herself for a sin she never confessed. And marriage turns into a battleground where silence is a weapon... and closeness is a threat. In this house, love is impossible. Trust is deadly. But hatred? Hatred is the only thing keeping them alive.

More details
WpActionLinkContent Guidelines