Just For You [COMPLETED]

Just For You [COMPLETED]

  • WpView
    GELESEN 72
  • WpVote
    Stimmen 6
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadErwachseneninhaltAbgeschlossene Geschichte Di., Dez. 18, 2018
WpInfo
Belletristik
Romantik
Aku menemuinya di sebuah kafe yang berada di dekat sekolahku. Warna krem pada dinding yang menyatu dengan berbagai furniture berwarna cokelat di kafe itu menambah suasana tenang. Aroma cokelat panas yang mengambang di udara menambah kesan ketenangan dalam hati. Tenang. Rasa yang harus dimiliki olehku saat ini yang sedang menunggu jawaban dari dia. "Maaf. Saya hanya menganggapmu sebagai seorang teman. Tidak lebih". Beberapa patah kata yang dia keluarkan dapat menghancurkan semua kenangan indah yang telah aku ciptakan bersamanya. Berakhir sudah pengaharapanku selama ini. Sejak saat itu hubungan kita tak lagi dekat seperti dulu. Namaku Qanita Syifa. Aku sedang menjalani tahun ketiga di bangku sekolah menengah atas. Surya Cahya, teman dekatku sejak MOS. Aku memiliki perasaan lebih dari sekedar teman kepadanya. Dan inilah kisahku.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Tentang Kita
  • ♚BEST FRIEND ZONE♚
  • SKALA (Reana) COMPLETED
  • DIA [COMPLETED]
  • ATHAYA
  • It HURTS
  • Pal In Love
  • A3 [AMEL AJI & ANUGERAH]✔
  • Friendzone | END |

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien