Terbiasa Sakit Hati

Terbiasa Sakit Hati

  • WpView
    Reads 5,405
  • WpVote
    Votes 194
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 10, 2019
Wta dong, menurutmu jadi jomblo enak nggak sih? Ada yang bilang "enak dong, jomblo itu bebas", tapi sebebas-bebasnya ya kadang miris juga kan ya. Jujur kalau ditanya pernah galau nggak gara-gara cinta? Jawabannya "enggak" (yakin). Haha masih denial sebenernya. Nggak gitu juga sih, aku nggak pernah galau ya karena aku udah terbiasa sakit hati. Mungkin bakal banyak yang bikin hati ini agak kecubit, gimanapun aku masih punya perasaan. Wajarlah manusia, bukan Nabi boyyy. Baca loh, inget! musti dibaca. Aku bukan masa lalu yang sakit kalau diinget-inget. Aku nggak bakal nyakitin kamu karena aku bukan mantanmu. Haha Aku cuman mau kita sama-sama jadi reminder sih, walau seburuk apapun hidupmu, tenang, kamu sendirian kok. Haha. Patah hati boleh, sini sedekahin sekalian biar nggak sakit terlalu banyak. Aku siap jadi pendengar mu (bukan ngardus). 2018 ini kan yak😕
All Rights Reserved
#702
jomblo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • I KNOW YOU DON'T CARE
  • Kita Sembuh Bareng?
  • AYARA [END]
  • Become a Foreign 'Actist'
  • AKARA (Ending)
  • Binder Of Love
  • Hope
  • Abah Dosen [COMPLETED] | TAMAT
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines