Roomate

Roomate

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 17, 2019
"Makasih, Dira", ujar Regina dengan mata sembab. "Iya, sama-sama. Udah, jangan nangis", ujar Dira seraya tersenyum menyenangkan. Mereka tersenyum kepada satu sama lain. mengaitkan jari kelingking satu sama lain tanpa pernah menduga itu adalah saat mereka akan berpisah. Dira pergi bersama keluarganya. 8 tahun berlalu sejak peristiwa menenangkan berujung perpisahan itu, Regina dan Dira bertemu kembali. Kepribadian mereka berubah, tidak sama seperti di masa lalu. Regina yang pendiam menjadi cerewet dan Dira yang perhatian menjadi cuek, irit bicara. Ada cerita di balik perubahan itu dan mereka sama-sama berat untuk mengungkapkan kepada satu sama lain. Lalu, apakah persahabatan mereka bisa kembali kayak dulu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stranger | Orine
  • Kamu Milikku
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Antara Cinta dan Persahabatan
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Meet And Backstreet
  • Silent Scars | Orine
  • SARAGA

Saat dua orang pernah begitu dekat, berbagi tawa dan juga cerita, tetapi seiring berjalannya waktu, jarak menjadi sesuatu yang tak terhindarkan. Tanpa disadari, hubungan itu perlahan terkikis oleh kehidupan yang terus berjalan. Keheningan yang canggung saat berpapasan, atau bahkan upaya menghindari satu sama lain, hanyalah konsekuensi alami dari sebuah kedekatan yang tak lagi memiliki tempat. "Berharap ada persimpangan yang kembali mempertemukan kita, bukan suatu yang salah kan?"-Erine. Pada akhirnya, hanya sebuah harapan yang tersisa, berharap pada takdir yang pernah menjauh kan untuk kembali mendekatkan. "Aku berhenti, disaat kamu masih berjalan di arah yang sama" -Oline.

More details
WpActionLinkContent Guidelines