FRIEND FOREVER

FRIEND FOREVER

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 9, 2019
Berkisah tentang masa masa sekolah, percintaan, bahagia, dan sedih. semua akan dirangkum dalam sebuah cerita HYERIN'S FRIEND FOREVER. Hyerin adalah anak bungsu dari keluarga kaya raya yang berasal dari Jakarta. Hyerin memiliki kaka laki laki bernama seojun yang sangat Bobrok dan ogeb. Meskipun Hyerin dan Seojun sering terlihat saling menyayangi layak nya seorang kaka yang menyayangi adik nya dan seorang adik yang menyayangi kaka nya. Dibalik sikap mereka tersebut....Mereka sering tidak akur, berkelahi, bercanda seperti orang berkelahi, dan sama sama OGEB. Hal itu lah yang membuat adik dan kaka ini seringkali mendapat hukuman karna perbuatan mereka. IKUTI TERUS CERITA INI BAHASA NONBAKU DILARANG KERAS MENGCOPY ISI CERITA INI. BERKREASILAH DENGAN HAYALANMU BUKAN DENGAN HAYALAN ORANG LAIN. BANYA TYPO DALAM CERITA INI
All Rights Reserved
#6
hyerin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Kisahku bersamanya
  • Make A Wish | Lee Haechan✔(SUDAH TERBIT!)
  • Segitiga Cinta [Finish]
  • UKK ||jeon Jungkook❤kim Sohyun❤kim Taehyung
  • Der Erste [TaeRin]✔
  • Jangan Pergi Kakak!! [END] ✔️
  • NAYAKA
  • Keluarga Pak Chanyeol [ChanBaek] |  ✔ [DIBUKUKAN]
  • INTUISI✔️

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines