Story cover for NARAFA by nndaaaa_
NARAFA
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published Dec 19, 2018
Perempuan kecil yang selalu di penuhi kehangatan, seketika menjadi sosok dingin tak tersentuh.

Jika kalian merasakan patah hati dari orang lain, maka perempuan kecil ini sudah merasakan patah hati pertamanya dari keluarganya sendiri. 

Siapakah perempuan kecil itu?
Haii! Namaku, Aletta Nanda Aswary. Mempunyai dua orang malaikat yang mematahkan salah satu sayapku, disekelilingi oleh orang-orang yang aku sayang. broken home, broken heart, friendzone, kesalahpahaman dengan sahabat, perdebatan, pokonya 18 tahun udah banyak yang terjadi. 

Aku yakin, ga cuman aku yang merasakan itu. Aku mau tau ni, apa kalian juga sering nyalahin diri kalian sendiri? 



-Naa
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add NARAFA to your library and receive updates
or
#322orangbaru
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Shadow That Fades cover
kita dan waktu. [End] cover
F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2] cover
Heartbreak Run Away cover
About feelings   (selesai) cover
SYAKILA  cover
K.I.T.A cover
HaluNatasha cover
-Silent Love- TS(2) SUDAH TERBIT cover

Shadow That Fades

3 parts Complete

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.