Benarkah Sepihak? (On going)

Benarkah Sepihak? (On going)

  • WpView
    MGA BUMASA 776
  • WpVote
    Mga Boto 372
  • WpPart
    Mga Parte 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Mar 12, 2019
(On going) Bagaimana jadinya? kalau rasa yang selama ini Aisyah simpan, dipikir hanya sepihak? Pasalnya, Ia 'Azzam' seorang laki laki tampan yang berprofesi sebagai mahasiswa, telah bersikap seolah mencintai Aisyah. Membuat Aisyah tak lagi dapat mengelak dari rasa yang diam diam telah hadir mengisi sebagian ruang kecil di lubuk hatinya. Namun.. Saat Aisyah benar benar mengakui perasaan nya, kala Ia benar benar yakin untuk menyimpan dan menjaga perasaan itu, Azzam tanpa diduga duga ternyata telah memiliki sebuah ikatan hubungan dengan perempuan lain. Apakah Aisyah hanya dipermainkan? Ataukah selama ini Ia hanya terlalu percaya diri? Nyatanya, perasaannya hancur oleh kecewa. "Berhentilah, jika yang kamu rasa adalah pahit! Akhirilah, jika yang kamu dapati adalah sakit! Karna.. sungguh, Aku hanya tak ingin membuatmu menjadi semakin sulit." ~Azzam khalif~ "Mengapa kamu bertingkah seolah memberi harapan? dan kini, saat Aku benar benar yakin, kamu menghancurkan harapan itu secara sepihak. Seremeh itukah menurutmu perasaanku?" ~Aisyah Anjar Leksmana~ Bagaimanakah kisah keduanya? Penasaran? kunjungi work saya! Marilah kawan! baca hasil karangan saya! Apalah artinya sebuah karya jika tanpa apresiasi dari khalayak? Salam manis L W T (Laila Widia Turrohmah) ~_~
All Rights Reserved
#62
sepihak
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Edrea
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Accidental' (END)
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • VAREN: Imperfect Husband
  • NAIK PELAMINAN [TAMAT LENGKAP]
  • Our way (Key&Asya) [End]

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman