MERINDU
  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 4, 2019
"Kerinduan ini telah memuncak karena kedatangan kamu" Seseorang mencoba masuk kedalam mimpiku. Aku menikmati dan mengkhayati sebuah cerita didalam mimpi ini. Dan kini aku menemukan sebuah mimpi. Mimpi yang telah membuatku menjadi merindukan seseorang... Lantas mengapa rindu ini menjadi kekacauanku. Tuhan tolong beri aku jalan untuk menyelesaikan ini... Mau tau kelanjutan nya? Yukss baca ceritanya. Disini banyak cerita yang mengejutkan anda. Jangan lupa voment yah... Happy reading!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • Horrible Memories
  • Please choose me
  • Dalam Diam (Sudah Tamat)
  • The Grey Of SAKARUNA
  • senja di matamu
  • ONE MAN✔
  • Segenggam Harapan(END)
  • It HURTS

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines