YOU
  • WpView
    Reads 266
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 12, 2020
Ini tentang perjuangan sang bias jingga di penghujung hari bagi lautan. Bagaimana ia mencari jalan untuk terus melebur bersamaan, bagaimana ia meredam badai yang kian melaratkan, dan bagaimana ia berpisah untuk yang diharuskan. Hingga titik temu yang bernaung dalam genggaman. "Senja, seberapapun hebat semesta memisahkan, ia tak akan pernah lebih hebat dari cara Tuhan mempertemukan. Senja, Malecon menjadi saksi dan biarkan aku mengulasnya lagi, bahwa aku pernah mencintaimu, di bawah langit jingga yang sama, saat itu." - ___ Tentang arti 'kamu' dari satu sama lain yang bernama kita. Holopoems_ 2020 🌊🌊🌊
All Rights Reserved
#104
choose
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Thing Called Us
  • Senja dan Langitnya
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • After Djingga (Completed)
  • Diary [COMPLETED]
  • about us and him ✔️
  • ANGKASA
  • PETRICHOR [Lengkap]
  • Rewrite My Heart 2 [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Hai, Angkasa! [COMPLETED]

[COMPLETED] [SEBAGIAN PART DI HAPUS] Aku dan kamu bersua atas izin semesta. Kukira, pertemuan kita akan sesederhana memupuk rasa dan saling menyembuhkan luka. Namun dunia sering kali bercanda. Tidak pernah ada kata kita dalam skenarionya, karena kita tercipta hanya untuk dipertemukan bukan untuk dipersatukan. Tidak pernah ada kita, karena kita hanya dua orang tokoh utama yang tak berakhir sama-sama. Tidak pernah ada kita, karena selamanya kita hanya akan menjadi kata yang tak rampung ceritanya. Dan tidak pernah ada kita, karena untukku dan untukmu; Bahagia kita adalah fatamorgana. 15 Maret - 19 September 2020 2020© Anandalea

More details
WpActionLinkContent Guidelines