KAMU DAN HUJAN

KAMU DAN HUJAN

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 21, 2018
"hahaha, indah tidak indahnya langit tergantung kepada siapa yang melihatnya Shell, bisa saja yang kamu lihat sekarang indah, tetapi bagi orang lain tidak. Itu semua bergantung kepada bagaimana keadaan hati kamu sekarang. Meskipun sebenarnya langit memang selalu indah, maupun dalam keadaan mendung atau cerah, siang atau malam, tetapi terkadang kita saja yang selalu saja mengeluh dalam setiap keadaan, atau mungkin hati yang sedang tidak berdamai dengan keadaan, sehingga kita angkuh mengakuinya bahwa ciptaan Tuhan selalu indah. Selama kamu bersyukur atas apa yang terjadi dan menerimanya dengan tulus dan ikhlas, maka apapun yang kamu lihat akan selalu indah langit, matahari, bulan, bintang, hujan, panas, gunung, laut, dll akan selalu indah untuk dipandang. Alam akan selalu menampakan keindahannya tanpa kita sadari. teruslah bersyukur dalam keadaan apapun, seburuk apapun keadaanmu jika kamu adalah orang yang selalu bersyukur, maka tidak akan ada yang bisa menyakitimu, karna akan selalu ada yang menghiburmu". Ucap bapak separuh baya itu, "percayalah setiap Tuhan menciptakan sesuatu tak akan pernah ada yang sia-sia".
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT LOYALTY
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA
  • Yasmin [SELESAI]
  • Cintaku Serumit Itu
  • Patricia Bathory [✔️]
  • DIBALIK HIJAB MASJID (TAMAT)
  • Tangisan Hujanku
  • save me
  • SYUKRON [Terimakasih]

Tuhan itu adil, menciptakan sesuatu dengan berpasang-pasangan. Seperti ada langit dan bumi, ada siang dan malam, ada matahari dan bulan, termasuk juga ada aku dan kamu Tuhan juga adil dalam menciptakan hati, hati diciptakan tuhan agar terciptanya cinta. Mungkin cinta itu hadir karena sengaja.. atau ketidaksengajaan. Mungkin sudah berawal dari cinta, atau berawal dari kebencian. Pernah dengar kata orang? "cinta bisa menjadi benci" atau sebaliknya "benci bisa menjadi cinta"? Nah, perihal cinta juga memang sudah diatur oleh sang waktu, dan terkadang sulit dimengerti, bahkan oleh diri sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, cinta itu akan tumbuh walaupun berawal dari ketidaksengajaan dan benci.

More details
WpActionLinkContent Guidelines