08.07.01

08.07.01

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 29, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Dibahuku dia tersenyum haru dan dibahunya aku menangis pilu. Kemudian dia melepaskan pelukannya. Lelaki itu lagi. Pasti dengan janji-janji baru, dengan kebohongan manis yang baru, dan dengan tipu daya yang lebih baru. Aku pikir ini menakjubkan. Kau pasti benar-benar merasa besar kepala hanya karena merasa sangat kucintai. Tapi jangan lupa, tabah yang tak dihargai pelan tapi pasti juga akan mati. Selamat datang dikehidupan cintaku yang berantakan🍂
All Rights Reserved
#16
petrikor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ABIAN HALA
  • THE BADBOY [TAMAT: PART LENGKAP]
  • Samara (Complete)
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • BEDA DUNIA
  • Destiny.
  • Where The Feelings
  • Verronica (COMPLETED)
  • ALFA [selesai]
  • Jejak Waktu [Complete]

Hembusan angin menyapu lembut rambut panjang milik Hala yang ia biarkan tergerai begitu saja. Napasnya tenang namun tidak dengan perih di ulu hatinya yang membuat ia hanya mampu duduk diam sambil memeluk kedua lututnya. Berharap akan ada sebuah pelukan yang datang untuk menghangatkannya. Kisah kelam itu sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu, tapi seolah kisah itu begitu betah menjadi parasit di dalam kehidupannya. Yang selalu dan terus menerus Hala rasakan ialah mengenai rindu dan rasa ingin bertemu. Rasanya ia belum cukup menikmati waktu yang Tuhan jatahkan untuk mereka bisa saling mencintai dan membersamai. "di agama kita gak ada reinkarnasi, tapi aku terus berdoa supaya ketemunya di mimpi, tapi mimpi pun bukan bagian dari kekuasaan aku ataupun kamu. Jadi kapan kita akan bener-bener ketemu? Malam ini? Besok? Lusa?" Setitik air mata jatuh membuat isakan Hala kembali terdengar. Suara pintu yang terbuka lalu pelukan yang berasal dari belakangnya membuat isakan Hala kian membesar. Pelukan memang, tapi bukan orang ini yang ia harapkan. Karena memang sebenarnya ia tidak akan pernah merasakan pelukan itu lagi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines