Bad Girls, This Is My Dear

Bad Girls, This Is My Dear

  • WpView
    Reads 341
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 21, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Revan terlihat dari kejauhan semakin mendekat kepada Vina, dia terus memandangi wajah cantiknya, walaupun vina adalah seorang yang terkenal Bad Gilrs di sekolahnya. Kelakuannya yang sudah terkenal sejak Vina masuk ke SMA Merah Putih. Dan sikapnya yang bad gilrs membuat hampir semua guru kenal padanya. "Gw gak nyangka deh. Orang bad gilrs kaya lo bisa jadi pacar gw." Tanya Revan membuka bicara. Setelah mendengar perkataan Revan, Vina berfikir untuk menjawab. " Lo pikir gw anggap lo pacar gtu?! Ya kali. Gausah ke geeran deh lo. " jawab Vina sinis. " Jangan gitu dong sayang. " " Apaan dah. Jijik gw denger nya. " Lalu Revan berhasil mengandeng Vina untuk pulang dari sekolah nya itu. Revan memang sangat beruntung memiliki kekasih yang cantik dan bisa dibilang hits di sekolahnya, walupum dia adalah seorang Bad Girls.
All Rights Reserved
#10
badgilrs
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • About You
  • My First Love [END]
  • Ravinka the Troublemaker [Completed]
  • Achilles
  • VINNARA | End |
  • A+
  • My Crazy BadBoy
  • ÆDREAM : The Rank [END]
  • VIONA [Completed]
About You

Karena rasa penasaran yang tinggi terhadap kakak kelas yang menurut nya cantik tapi judes dan Memiliki segudang reputasi buruk yang tak jauh beda dengan nya. Afkar yang notabene nya sang adik kelas yang suka tawuran dan cabut dari kelas itu mencoba mendekatinya dengan segala cara namun selalu gagal karena sejak dari awal bertemu, Katya tidak pernah merespon lebih selain melirik nya dengan lirikan sinis. Akan kan Afkar bisa menaklukkan Katya si kakak kelas cantik tapi judes yang memiliki segudang reputasi buruk itu? . . . "Jadi mau lo apa sih? Ngebacot bener sedari tadi" Ucap dia penuh emosi yang entah mengapa membuat gue ngerasa senang sendiri melihatnya. "Dinner sama gue nanti malem" Ucap gue asal membuat dia langsung membulatkan matanya karena terkejut. "Hah..Lo gila? Gak sudi gue dinner sama bocah ingusan kayak lo" ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines