We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Patah (Adj.)

Patah (Adj.)

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 14, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku mau bilang sesuatu," "Bilang aja, babe, ada apa?" balas laki-laki itu enteng. "Aku suka sama kamu," Mendengar pernyataan gadis itu sukses membuat laki-laki itu kembali terbahak, berkali-kali tangannya menepuk-nepuk meja cafe, jangan tanya bagaimana ekspresi gadis itu saat ini, ia mengerutkan alis, mulutnya menganga tanda ia sangat terkejut dengan reaksi laki-laki didepannya. Setelah beberapa saat tawa laki-laki itupun terhenti, sikunya ia letakkan diatas meja, tangannya menopang kepalanya, matanya menatap lurus kearah gadis itu, sembari tersenyum khas dirinya, hingga kalimat yang keluar dari mulut laki-laki itu sukses membuat tubuh gadis itu terasa tak bertulang. "Tapi gue masih suka mantan gue, babe, gimana dong?" Jika menjadi dia, apa yang akan kamu lakukan? :')
All Rights Reserved
#787
gagalmoveon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My First Love [END]
  • Sweet Combat
  • BEDA DUNIA
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Antara trauma dan kesempatan kedua
  • FALLING IN LOVE
  • Need Someone💔
  • Effort ( COMPLETED )
  • TOXIC Relationship

WARNING 21+!!! Banyak adegan dewasanya, yang merasa belum cukup umur diharap mengundurkan diri ya... ##### Mavia Renata, seorang siswi cantik kelas 2 SMA yang nampak anggun dan lembut namun sebenarnya ia adalah gadis yang tomboi. Dia sedikit kurang pandai dalam bidang akademik, namun berbeda dengan bidang non-akademik nya yang luar biasa. Dia punya segudang prestasi dalam bidang olahraga, seni serta kepemimpinan. "Hei..Boleh nggak gue minta jawaban soal lo?" ucapku sambil menyenggol sikunya. Ku buang jauh2 gengsi ku entah kemana, ku bulatkan tekat ku untuk bertanya padanya. Ya dia adalah Marvel Abimana, Cowok blasteran Indo-Korea yang cukup ganteng namun paling rese di kelasku yang kebetulan banget kali ini duduk sebangku dengan ku. "Boleh," jawabnya singkat. "Beneran??" tanya ku curiga. "Boleh,tapi nggak gratis!" imbuhnya sembari menoleh kearahku dengan senyum liciknya. "Lo mau imbalan apaan?" tanyaku penasaran. "Satu jawaban dibayar dengan satu ciuman," bisiknya pelan tepat di telinga kananku. Seketika itu juga membuatku bergidik ngeri. "What????" ucapku kaget. Terlihat dia sedang tersenyum puas. "Sial!!! apa yg harus aku lakukan??" ucapku dalam hati. Mau tau kelanjutannya?? Yuk lanjut baca..

More details
WpActionLinkContent Guidelines