Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Brokn Home

Brokn Home

  • WpView
    Membaca 55
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Des 20, 2018
WpInfo
Non-fiksi
Boleh kah aku meminta sesuatu kepada kalian? Beri aku kasih sayang seperti kalian memberikan itu pada dia. Beri aku perhatian dan anggap aku ada jangan menggap aku seakan akan aku hanya barang tak berharga yang kalian abaikan begitu saja. Aku juga manusia seperti dia dan yang lain nya tetapi mengapa aku tak pernah dianggap seperti manusia yang membutuhkan arahan,perhatian,dan kasih sayang AKU BUTUH ITU SEMUA Kadang aku lelah untuk terus berpura pura seakan semua baik baik saja. Tiap malam aku ingin berteriak sekencang kencangnya hingga tenggorokan ku lepas dari sendi sendi nya tapi apa guna? mereka yang mendengar tak lebih hanya sekedar ingin tahu bukan peduli. Aku mencoba menutupi dengan senyum, Namun yang kurasa hanya genangan air mata. Aku mencoba menutupi dengan tawa, Namun yang ku rasa hanya luka yang kian nyata. Jika boleh jujur aku bosam mendengarkan. sesekali aku ingin di dengarkan sesekali aku ingin di mengerti. Apakah salah? kadang mereka tak pernah tau yang paling ceria biasanya orang yang paling merasakan luka
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Terjebak Nostalgia
  • REGATHAN [END]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • SasuHina - Love Story
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Yang Terlupakan
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]

begitu kelelahan mulai menyeruak, mengaduh suasana gelap berteman lagu sendu pilu, ku coba tuliskan segalanya tentang isi hatiku yang menolakmu ada dalam pikiranku lagi. ketika yang ku tahu bahwa sia-sia selama ini selalu berharap padamu. sia-sia untuk waktuku yang terbuang merindukanmu. ~ ketika aku diberi kesempatan memilikimu, tidak dengan waktu yang lama, senda gurau kita berubah diam. tak bertegur sapa layaknya tak pernah kenal sebelumnya. tak ada salam perpisahan, setidaknya berusaha membuat keadaan pahit itu menjadi manis sebelum kita benar-benar tak saling melihat lagi, Tidak ada! baru saja aku berusaha mengucapkan kata "sayang" padamu. barusaja aku menghapus kenangan lama. namun, kamu datang lagi dengan kisah yang sama. meski kadang aku merasa bodoh, dengan keistimewaan yang mengecewakan. aku cukup bahagia sempat, sekali saja, bersamamu. menghabiskan separuh malam kita bercerita ria lewat handphone. Terima kasih teruntukmu.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan