Miracle

Miracle

  • WpView
    Reads 362
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 17, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
~ Jangan pergi sampai aku menyuruh kamu untuk pergi. Tetaplah di sini, aku masih membutuhkan kamu. Keajaiban aku ~ Kaki ku tak hentinya melangkah dengan air mata yang terus-menerus turun. Kejadian tadi kembali terbayang olehku. Suatu kebenaran yang aku harap hanya kebohongan. Aku terduduk, masih dengan tangis yang kini semakin menjadi. Bagaimana bisa mereka membodohi gadis bodoh seperti diriku ini. " Percuma kamu buang air mata itu. Nggak akan ada yang berubah" Suara itu membuatku sedikit terkejut. Aku mendongakkan kepalaku dan melihat dengan jelas tuan dari suara yang hampir tertelan hujan itu. " Jangan pergi sebelum aku menyuruh kamu untuk pergi. Aku nggak mau kehilangan keajaiban aku untuk kesekian kalinya" ucapnya mendekati ku dan segera memelukku. Aku terdiam. Tak percaya. Tangisku semakin pecah dan membalas peluknya erat. " Terima kasih" batinku
All Rights Reserved
#2
myfeeling
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE AND REVENGE (Missing Piece) - VERSI I
  • 💔How If, I Love You Too💙✓
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Aerilyn
  • Secangkir Teh
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • Dear You
  • Apakah Ini Arti Cinta?? [Revisi]
  • Full Of Scratches
  • Misunderstand
  • Jejak Waktu [Complete]
  • Coffee Of My Life
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • BERSAMAKU SEBENTAR SAJA[BXB]
  • La Douleur Exquise (END)
  • Memories in Moon
  • A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete)
  • Let Me Love You Longer

✨SEQUEL LOVE AND REVENGE✨ INI VERSI 1 ✨ "Semuanya sudah selesai, apa yang kau harapkan lagi? Lebih baik kau pergi jauh dari hidupku!" Kata seorang gadis yang tengah menatap kesal pria didepannya. "Aku tau semuanya sudah selesai, aku hanya ingin memastikan jika kau bahagia atau tidak." Pria itu menatap dengan seksama wajah gadis tadi. "Bahagia atau tidak? Apa urusanmu? Kau tidak punya hak atas kehidupanku!" Bentak gadis itu dengan kasar. "Jelas itu urusanku, sebelum kau bahagia. Aku tidak akan pergi dari kehidupanmu." Mendengar ucapan itu membuat sang gadis ingin memaki-maki pria itu. "Aku sudah bahagia, jadi kau bisa pergi dari kehidupanku sekarang!" Suara gadis itu naik satu oktaf. "Really?" "Yeah, aku tidak membutuhkanmu lagi! Jadi Please go away!" Gadis itu tersenyum miring, setelah itu ia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan pria tadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines