Caramel

Caramel

  • WpView
    Reads 3,271
  • WpVote
    Votes 213
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 5, 2019
Namanya Caramelia Salasabila biasanya suka Dipanggil Kara cewe ceria dan cantik yang memiliki rambut coklat asli dan bola mata coklat terang yang baru saja masuk sekolah menengah atas di SMA Antariksa. Hobinya itu ngaca dan ceroboh selain itu dia juga pelupa Entah suatu kesialan atau keberuntungan disaat awal MOS dia terlambat datang dan dia tidak sengaja menabrak seorang cowo yang mempunyai paras diatas rata rata. Akankah dia bertemu lagi dengan cowo itu?
All Rights Reserved
#232
caramel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Caramel
  • BADAI CAMILLA [COMPLETED]
  • AELEASHA (OG)
  • Caramel (END)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Caramel Macchiato [SELESAI]
  • KANATA
  • MY POSSESSIVE BOY
  • Bad Boy Vs Cool Girl [END]
Caramel

[ T A M A T ] "Punya mulut dijaga!" desis Caramel. "Ngapain gue jaga mulut gue buat orang yang kasar dan nggak tau sopan santun kaya lo!" balas Malvin ketus. Caramel mengangkat sebelah alisnya lalu berjalan mendekat kearah Malvin hingga jarak diantara mereka hanya tersisa setengah jengkal saja. Caramel berjinjit menyamai tinggi Malvin lalu ia langsung menggigit bibir bawah cowok itu dengan kencang. "Kan gue udah bilang, punya mulut dijaga." Caramel menyunggingkan senyum lalu melangkah pergi dari sana. Berawal dari pertemuan yang tak mengenakan dengan cowok berperawakan tinggi itulah yang malah membuat Caramel tak bisa jauh-jauh darinya. Selalu ada saja kejadian-kejadian yang melibatkan keduanya yang membuat mereka jadi tambah dekat satu sama lain, seperti seakan-akan mereka tercipta memang untuk dipersatukan. Cowok dengan nama belakang Adhitama itu telah berhasil menjadi kelemahan Caramel si gadis egois. Bertengkar karena hal spele sudah menjadi hal yang biasa bagi keduanya, sebab mereka bersatu pun karena sebuah rasa benci. Rasa benci yang kemudian berkamuflase menjadi rasa ingin memiliki. Tapi akankah mereka bisa terus bertahan dengan sifat egoisnya masing-masing?

More details
WpActionLinkContent Guidelines