HYLOPHOBIA (TAMAT) #wattys2019

HYLOPHOBIA (TAMAT) #wattys2019

  • WpView
    Reads 186,219
  • WpVote
    Votes 8,930
  • WpPart
    Parts 63
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 6, 2021
(Sinopsis) Aku hanya bisa tertunduk dibawah pohon tanpa tentu arah, Ku mainkan jariku saat merasa takut mengingat pohon-pohon disekitarku dan saat orang tuaku meninggalkanku sendiri disana. Inginku menangis dengan keadaan yang ada, Imo bilang padaku suatu saat akan ada seorang pemuda yang menyembuhkan lukamu nak... aku hanya menunduk lesu ketika Imo mengatakan itu padaku. Sejujurnya apa yang dikatakanya benar, aku bertemu dengan seseorang itu. Dia adalah seorang Psikiater. Namanya Arjuna Gibran Mathieu, bukan hanya menyembuhkanku tapi dia juga ingin masuk kedalam kehidupanku. ( Ellina) Hanya saat itu aku bertemu denganya pertama kali, pikiranya kosong karena sudah lelah memikirkan pekerjaan kantor, benar saja saat aku menabraknya dia tidak melihatku dan langsung bergegas pergi. Aku bisa membaca pikiran seseorang, tapi dari jauh sekitar 1 meter. Tunggu saat aku mendekat kearah gadis itu aku sama sekali tidak bisa membaca pikiranya, aku hanya bisa membacanya dalam jarak 5 meter tadi. Ada apa sebenarnya? Tidak mungkin jika keahlianku hilang begitu saja. (Juna) Alhamdulillah Ini cerita kesekianku ya Restory (julukan untuk pembaca ) 🤭🤭🤭 Alhamdulillah #phobia rank 1 (5/06/2020) thanks 💙 #psikiater rank 9 (5/01/2019) #arjuna rank 12 (30/01/2019) #poem rank 179 (06/02/2019) #kopi rank 16 (20/02/2019) #pertolongan rank 1 (23/02/2019) #psikiater rank 4 (19/03/2019)
All Rights Reserved
#556
arthur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • River Flows In U √
  • Remember You - {On Going}
  • PHOENIX [TERBIT]
  • Give Me Your HUG(END)✅
  • mr.bean Ibrahim  End|
  • Jeandra dan Waktunya
  • Gio Or Geo  (Terbit)
  • DUA GARIS
  • Alsafar✔〚END〛
  • Ineffable Cafune (Pindah ke Dreame)

Percayalah... ketulusan itu akan memberikan akhir yang indah. Tak selamanya air mata pertanda akhir dari kehidupan, tapi buatlah air mata itu awal dari lembaran baru. Selama nafas masih berhembus, selama itu pula kisah masih berjalan. Tuliskan, tuliskan kisah itu dengan rapi dalam lembaran-lembaran memori diiringi dengan dentingan Piano penenang hati. "Setiap detik bagiku itu bermakna... Layaknya suara piano yang menggetarkan jiwa dan menenangkan hati, aku ingin menyalurkan ketenangan bagi sekitarku..." "Tak ada yang tau jika pohon yang terlihat kokoh itu memiliki rongga besar di dalamnya karena semut. Tak ada yang tau kapan pohon itu tumbang, sebelum benar-benar tumbang, pohon itu tetap memastikan jika dirinya berguna. Kau tak akan mengerti ungkapan ini, tapi aku yakin, hatimu memahaminya jauh lebih baik. Kau serenity-ku, kau segalanya..." ~~~~~~~~~~~~~ Add this work to your library dear... my another jungri story. Hope u like it. .

More details
WpActionLinkContent Guidelines