LAYU
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 29, 2018
"Bunga yang indah dan harum baunya sekarang telah menunduk layu, warnanya tak lagi merah melainkan kuning kecoklatan, kelopaknya satu per satu telah gugur." ....... Sekar Ayu Mawarka Dirgantara itulah nama sang pencinta berbagai macam bunga tarutama bunga mawar. Ia gadis yang menyimpan berjuta kesedihan dan kesakitan dengan tersenyum. Tak banyak yang mengetahui bahwa Ia sedang berjuang melawan penyakitnya. Tapi entah mengapa Ayahnya ingin menjodohkannya dengan seorang cowok yang menurutnya aneh dan lebih mengenaskan lagi ia harus satu sekolah dengannya. Rendy Wijaya Saputra, nama yang masih membuat Sekar bingung. " Hei!" "...." "Lo Sekar kan? Anak dari Bapak Gunawan Dirgantara kan?" "Iya, Lo siapa?" "Kenalin gue Rendy anak dari temen bokap lo, dan akan jadi pacar lo." "Hah?"
All Rights Reserved
#3
layu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Behind Bullying [END]
  • Friendship -Completed-
  • My Bad Boy
  • ARDILA & DINAR
  • Angkasa (Forget Me Not)
  • Selection
  • Dear Us [COMPLETED]

[FOLLOW SEBELUM BACA] Ini kisah perjalanan seorang gadis SMA yang berusaha melupakan luka hatinya di masa lalu, Ara. Lengkapnya Lunara Thalia Al-Hanan. Seorang remaja yang memiliki paras cantik, berpostur badan tinggi dengan sedikit gaya tomboinya yang terkadang membuatnya begitu judes dengan laki-laki. Hingga akhirnya, Ara bertemu dengan Rayan. Cowok berwajah tampan dengan bulu mata lentiknya yang nyaris membuat semua cewek merasa terhipnotis olehnya. Bertolak belakang dengan ketampanannya, Rayan memiliki hati yang sangat dingin serta keras kepala seakan otaknya telah berubah menjadi batu. "Gue tanya sama lo! emang gue salah suka sama lo? apa selama ini gue bikin hidup lo berantakan karena gue?" tanya Ara terlihat menahan air matanya. "Lo sadar ga? kalo kelakuan lo di hadapan gue selama ini, itu MURAHAN! Bahkan lebih murah daripada harga diri seorang PELACUR!" Teriak Rayan sambil menunjuk Ara dengan jari telunjuknya. Air mata gadis yang tengah direndahkan itu seketika membuncah, membanjiri kedua pipinya. Semua siswa yang hadir di sana tercengang menyaksikan hinaan Rayan yang seakan tidak ada hati dalam dadanya. ⚠️NO PLAGIAT! MENCURI KARYA ORANG LAIN SAMA SAJA MELAKUKAN PERBUATAN KRIMINAL❗❗❗⚠️ [YUK KREATIF DENGAN KARYA SENDIRI]

More details
WpActionLinkContent Guidelines