tresia

tresia

  • WpView
    Reads 105
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 2, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Bagaimana jika hidup adalah sasaran penting kehidupan? Bagaimana jika hidup adalah hati seseorang? dan bagaima jika hidup adalah cara pandang seseorang. *** Cinta adalah kata yang terdiri dari 5 huruf,bukan membawa tapi bagaimana cara memulai dan mengakhirinya apakah dengan sedih atau bahagia atau dengan cara yang tak karuan. *** Jika waktu di pelesetkan cahaya seperti rumusan si jenius enstein itu,mungkin kah waktu itu akan kembali mungkinkah semua orang yang kusayangi kembali?Mereka berharap aku bahagia akan tetapi bagaimana aku bisa bahagia jika mereka tiada disampingku. & sekarang aku akan berusaha tegar karena hidup adalah ring pergelutan antara emosi yg kian membelenggu jika terus dirasakan berlebihan.Kini aku akan menjadi manusia harapan mereka.Agar mereka bahagia.
All Rights Reserved
#41
bersama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • STAR'SMOON
  • Hopeless
  • SENJA KU SENJA MU
  • Senja merindu fajar
  • What And or End Why
  • HE'S COMEBACK
  • Titik Balik
  • SCORPIO

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines