Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
 Kafe Dan Sapu Tangan

Kafe Dan Sapu Tangan

  • WpView
    Membaca 126
  • WpVote
    Vote 12
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Mei 29, 2019
WpInfo
Non-fiksi
Berawal dari sapu tangan aku menemukan dia. Aku masuk ke dalam caffe dan pandangan ku tertuju kepada sosok jangkung yang sedang berdiri sambil memainkan hp. Wajahnya yang nyaris sempurna membuat aku jatuh cinta. Tapi keadaan tidak memihak kepadaku. Aku harus kehilangan dia. Aku bahkan belum berkenalan dengannya dan hanya sapu tangan ini sebagai kenangan darinya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#242
hayalan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Shivviness[END]
  • It HURTS
  • ON PURPOSE
  • Menyimpan Rasa (END)
  • NAUSY
  • He is not My Best Friend (End)
  • DEVIAN [END]
  • Tentang Rasa (TAMAT)
  • Taken Slowly
  • Certainty [REVISI & TERBIT]

Suatu ketika aku bermimpi. Berlari tanpa arah di tengah jalan berkabut. Dan batu kecil pun bisa membuatku jatuh tersandung. Dengan rasa sakit, tak mampu berdiri sendiri. Aku menengadahkan kepala dan melihat sosok samar orang yang kusukai. Dia hanya terdiam seraya perlahan mengulurkan tangannya menanti aku tuk meraihnya. Begitulah... tangan itu memang harus kuraih sendiri. Aku harus berusaha menggapainya. "Akan kuraih..." sesaat aku berpikir seperti itu, seraya kuulurkan tanganku padanya. Kau tahu apa yang terjadi padaku kemudian?... Tanpa kusadari ada sosok lain yang sudah lebih dahulu mendekat dan membantuku kembali berdiri. Tangannya tak hanya terulur tetapi juga dengan erat menggenggamku. "Tenanglah." bisiknya, "Aku akan selalu ada untukmu." Kabut perlahan menghilang, memperlihatkan dengan jelas sosok didekatku itu. Aku tak terkejut. Aku sudah tahu, ternyata memang dia. Selalu dia... Karena bahagia sesederhana itu..

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan