Not perfect.

Not perfect.

  • WpView
    Reads 255
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 11, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
TERINSPIRASI DARI KISAH PRIBADI. NO PLAGIAT! Ini tentangku, tentang si bisu yang mencintainya secara diam-diam. Ini tentangku, yang menangis dalam diam ketika semua orang menyebutku anak haram. Ini tentangku, si bisu yang mempunyai penyakit mental depresi. Ini tentangku, yang berusaha terlihat normal di depan mereka semua, aku tak ingin terlihat berbeda. Aku ingin normal seperti mereka, aku ingin sempurna seperti mereka. Tapi nyatanya Tuhan membuat garis takdir yang berbeda untukku. Sebenernya aku ingin marah kepada takdir Tuhan yang begitu jahat kepadaku. Aku ingin marah kepada kejinya dunia padaku. Tapi aku tak bisa. Aku hanya makhluk lemah, yang diam ketika di tindas. @copyright2018
All Rights Reserved
#60
anakharam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memorable
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • TITIK TERENDAH ( ON GOING )
  • MOANA AUDIA [ TERBIT ]
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • King Bullying [TELAH TERBIT]
  • Fake Nerd ✔
  • Vous Me Voyez? ✔️
  • AZILA (Terbit)
  • Sebuah Rasa
Memorable

Akulah gadis bisu itu, hanya mampu menatap apa yang kulihat tanpa mampu berteriak bahkan untuk melawan pun sulit. Aku berdiri disini menunggu sebuah harapan itu datang. -milena- *** "ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG." "AKU AKAN SELALU MENJAGA KAMU, PRINCESS." "MAAFIN PAPAH, MILE." "LO CUMA PENGUSIK KELUARGA CORLISS." "JANGAN PERNAH LO TUNJUKIN MUKA BUSUK DRAMATIS LO DI HADAPAN KITA-KITA LAGI, NONA ALEXA YANG MAHA BENAR." "DON'T CRY, PRINCESS. EVERYTHING WILL BE OKEY, RIGHT?" "Aku pikir dibalik wajah lugu dan polos yang selama ini kamu berikan benar-benar menginginkan yang namanya kasih sayang, tapi sekarang kamu menunjukan pada kami semua tentang seseorang yang memang layak untuk dibenci." *** Aku muak dengan takdir yang selalu mempermainkan garis tangan kebahagiaanku, tak pernah kah Tuhan berpikir jika aku lelah, dimana takdir bahagia yang telah dituliskan untuk perjalanan hidupku? Aku..takut, semua alasan aku berdiri dan hidup perlahan pergi, bahkan orang yang aku nantipun pergi tanpa belas kasihan padaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines