BAWA AKU KE PLUTO

BAWA AKU KE PLUTO

  • WpView
    Reads 1,362
  • WpVote
    Votes 209
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 13, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Bawa aku ke Pluto" ucapnya dengan nada lirih diiringi air mata. Tiba-tiba terdapat sebuah cahaya yang menyilaukan indra pengelihatannya, "Portal?" Ucapnya tidak percaya. Menurutnya portal hanya ada di dunia fantasi, bukan di dunia nyata. Dengan penuh keberanian, dia mencoba mendekati portal itu. "Aaaaaaa" dia berteriak sekencang-kencangnya saat portal itu menyeretnya masuk kedalam. Entah apa yang akan terjadi setelahnya, dia hanya bisa pasrah dan terus berdoa kepada yang maha kuasa. Karena ketakutannya semakin menjadi-jadi, dia menutup kedua matanya dengan telapak tangan. Saat dia sudah tidak merasa terseret kedalam portal, dia membuka kedua mata indahnya dan betapa terkejutnya dia saat melihat seorang lelaki tampan menggunakan pakaian pangeran seperti di dunia dongeng yang pernah dia baca dan dia lihat sebelumnya. "Kamu siapa?" Tanya gadis berusia 16 tahun itu dengan hati-hati. Dia sangat takut jika orang didepannya itu adalah penjahat yang akan menyuliknya. Lelaki tampan di depannya malah terbengong heran dan mengerutkan keningnya, "ini kerajaanku, seharusnya aku yang bertanya padamu, Kamu Siapa?" Katanya balik bertanya. Sang gadis tersebut berdecih, "Eh Oom ganteng, saya Annetha Griselia, Oom bisa panggil saya Netha, Saya ini selebgram, masa Oom ngga kenal sama saya?" katanya saat dia sudah sepenuhnya sadar. Di luar dia akan memperlihatkan senyuman cerianya, tetapi jika di dalam rumah, dia akan memperlihatkan wajah datarnya. "Apa itu Oom?" Tanyanya tidak mengerti. Sang gadis yang kerap dipanggil Netha terkekeh geli sambil memegang perutnya, "Oom itu adalah nama panggilan buat orang yang jauh lebih tua daripada kita, dan sepertinya kamu jauh lebih tua daripada saya" jelasnya bak guru sedang menjelaskan pelajaran yang tidak dimengerti oleh muridnya. .......... Jangan lupa dikasih vote ya ☺
All Rights Reserved
#44
pluto
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓
  • OUR PROMISE
  • ANTARA
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • ARTAN
  • Gara Narendra
  • Hope [END]
  • Beautiful Lie

Ephemeral berlaku bagi semesta ciptaan Tuhan. Begitu juga bagi gadis berjiwa indah itu. Dia hanyalah hujan di tengah musim kemarau yang datangnya didamba. Namun, hadirnya kerap dianggap tak ada. Nathalie Abigail Putri Gavriel. "Jen, gue pengen jadi bintang paling terang di atas sana," ucap Natha. "Bintang di atas sana udah banyak, Nath. Lo gak perlu repot-repot buat menjelma jadi bintang disana, karena Lo udah jadi bintang paling terang - ..." ucap Jeno menarik perhatian Natha sehingga gadis itu menoleh ke arahnya. "Di hati gue." "Natha ... gue sayang Lo, Nath. Natha-Nya Jeno. Jeno memang bukan pacar nya Natha, tapi Jeno temen hidupnya Natha." Gadis dengan Sejuta Luka dan Nestapa. Membangun rumah untuk sekelilingnya, meskipun dirinya tak memiliki rumah tempat berkeluh kesah. Dia adalah pemilik kisah Amerta, sedang hadirnya sendiri Lengkara. "Dek!" "Hmmm?" "Gue baru baca artikel. Katanya ada siswi SMA yang sinting karena kebanyakan belajar," tutur Rafa dengan nada dibuat menyeramkan. Natha berdecih mendengar berita omong kosong itu. "Ngarang aja lo, Bang!" "Dih, gak percaya! Beneran lho?" Rafa menekankan nada bicaranya meyakinkan Sang adik. "Y. serah," pasrah Natha menimpali ucapan nyeleneh Rafa. "Jangan gila belajar, Nath ..." tegur Rafa merasa tidak tega melihat Natha belajar dengan giat. Namun, tak pernah diapresiasi. "Kalo gak belajar gue bego. Kalo bego- ... Mama Papa gak perhatian lagi sama gue," sahut si bungsu pula. "Emang kalo Lo pinter Mama Papa perhatian sama Lo?" cetus Rafa dengan spontan. Natha tersenyum miris lantas menutup buku catatan tersebut. "Nggak juga sih, mereka cuma perhatian kalo gue sakit. Apa gue sakit sakitan aja ya, Bang?" Gadis itu kemudian menoleh pada Abangnya dengan senyuman pilu. "Tuh kan! Beneran sinting kan jadinya? Gara-gara kebanyakan belajar nih pasti." Kisah ini milik Nathalie dan Nayanika. Dua sosok dalam satu raga. Satu jiwa dan satu rasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines